ODP Covid-19 Seruyan bertambah menjadi 41 orang

  • Whatsapp
Mahdiniansyah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Seruyan

Kuala Pembuang, Seruyan – Gugus tugas Penanggulangan Covid-19  pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, mencatat per 27 Maret 2020 sudah ada sebanyak 41 orang masuk dalam kategori orang dalam pantauan (ODP) terkait dugaan virus corona atau Covid19.

“Sekarang ODP Covid-19 bertambah menjadi 41 orang, yang beberapa hari sebelumnya berjumlah 20 orang,,” kata Juru bicara gugus tugas penanggulangan Covid-19 Pemkab Seruyan Mahdiniyansyah saat konferensi pers di Kuala Pembuang, Jumat.

Read More

Dikatakan, semakin banyak mendapatkan ODP maka dinilai lebih bagus dalam upaya pencegahan. Harapannya mereka yang berpotensi tertular dan menularkan bisa dipantau dan dicegah penularannya.

“Sebanyak 41 ODP tersebar di enam kecamatan di Seruyan. kecamatan Seruyan Hilir 21 orang Seruyan Hilir Timur satu,  Danau Sembuluh tujuh, Seruyan Raya lima Hanau tiga dan Seruyan tengah 4 orang,” kata Mahdini.

Turut menambahkan Gugus Tugas Komunikasi Publik Kabupaten Seruyan Ruspiandian, pihaknya tetap selalu melakukan edukasi informasi kepada masyarakat baik itu melalui media sosial, imbauan spanduk dan informasi keliling dengan tujuan masyarakat mengetahui dan pencegahan, terutamanya pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dan mencuci tangan.

“Penyemprotan cairan desinfektan juga sudah dilakukan seluruh kecamatan Seruyan, baik di tempat umum seperti pasar, tempat ibadah dan lainnya, sehingga dengan begitu bisa mencegah penyebaran Covid-19 di Seruyan,” ungkapnya.

Kemudian, ia berharap kepada seluruh masyarakat  bersama menjaga kebersihan rumah dan lingkungannya masing-masing. Cara tersebut dilakukan untuk memerangi covid-19. Sedangkan untuk informasi resmi update data tentang Covid-19 bisa melalui wabsite http://covid-19.seruyankab.go.id, sehingga masyarakat akan mudah mendapat informasi tersebut.

Website tersebut juga bertujuan untuk mencegah terjadinya informasi bohong atau hoax, yang menyebabkan berdampak buruk jika informasinya tidak benar, biasanya update data dilakukan pada jam 12:00,” demikian Ruspiandian.

Related posts