Makam Jenazah Corona Dibongkar Lagi, MUI: Masyarakat Parno Bahaya

  • Whatsapp
ilustrasi Net

Sebuah video memperlihatkan pembongkaran makam jenazah korban virus corona di Banyumas viral di media sosial. Terlihat beberapa warga menghadang dang menimpuki ambulans yang membawa jenazah tersebut. 

Tidak berhenti sampai di situ, iring-iringan mobil ambulans yang membawa jenazah juga ramai disoraki oleh kerumunan warga yang menolak jenazah dimakamkan di desa setempat.

Menanggapi hal tersebut. Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi, mengatakan Pengurus Besar Nadatul Ulama (PBNU) sudah mengeluarkan surat edaran terkait pengurusan jenazah korban virus corona. Surat tersebut berisi jika jenazah sudah diperlakukan secara prosedur kesehatan maka masyarakat harus mengikuti anjuran tersebut. Sebab, jenazah yang sudah diperlakukan sesuai protokol tidak ada lagi penularannya.

“Sudah di dalam tanah aman. Masalahnya menjadi agak genting karena masyarakatnya ketakutan. Ketakutan itu justru masalah yang lebih besar dari corona itu sendiri sebenarnya,”  ujar Masduki, Kamis (2/4/2020).

Menurutnya, pimpinan-pimpinan di lingkungan tempat tinggal memiliki peran untuk mengedukasi masyarakat agar ketakutan warga tidak berlebihan hingga harus menolak pemakaman jenazah korban virus corona.

“Masyarakatnya saja yang parno, warga yang parno ini harus disembuhkan, karena itu lebih berbahaya dari corona itu sendiri. Corona berbahaya, tapi sikap warga yang tidak rasional itu justru lebih berbahaya dari corona itu sendiri. Berpikirlah rasional,” tuturnya.

Ia melihat sejauh ini pemerintah sudah melakukan imbauan kepada masyarakat agar tidak takut dengan bahaya virus corona ini. Salah satunya dengan mengikuti anjuran social ditancing, pola hidup bersih, berjemur di sinar matahari, menambah sistem imun dengan rempah-rempah yang ada di sekitar, hingga mengonsumsi vitamin C.

“Jangan masyarakat parno, justru kalau parno imun kita turun,” pungkasnya.

Related posts