Angioplasti Juga Memiliki Risiko , ini Penjelasanya

  • Whatsapp
Ilustrasi Net

Meski dianggap dapat menyelamatkan pasien dengan penyakit jantung, angioplasti juga memiliki risiko, yaitu:

  • Terjadinya penyempitan arteri yang berulang. Angioplasti yang dilakukan tanpa pemasangan ring (stent) dapat menyebabkan peluang hal ini hingga 30 persen.
  • Dapat terbentuk gumpalan darah pada ring setelah selesai tindakan. Darah yang menggumpal ini dapat menyumbat pembuluh darah jantung dan menyebabkan serangan jantung.
  • Perdarahan pada kaki atau lengan di lokasi kateter dimasukkan.
  • Serangan jantung saat menjalani prosedur.
  • Gangguan ginjal akibat zat kontras yang digunakan saat angioplasti dan pemasangan ring, terutama pada orang yang sudah lebih dulu memiliki gangguan ginjal.
  • Kerusakan pembuluh darah jantung saat prosedur dilakukan.
  • Plak dapat lepas dari dinding pembuluh darah saat kateter masuk ke pembuluh darah, dan menyumbat pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan stroke.
  • Detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat saat menjalani angioplasti.
  • Reaksi alergi pada bahan kontras yang digunakan dalam prosedur.
  • Kematian akibat serangan jantung atau stroke.

Menjalani angioplasti bukan berarti penyakit jantung telah lenyap. Tindakan ini akan membuat gejala-gejala sesak napas dan nyeri dada berkurang, tapi tetap dapat muncul kembali kapan saja. Jika angioplasti sudah dapat mengatasi gangguan yang terjadi pada jantung, tidak perlu lagi dilakukan operasi bypass jantung yang memerlukan sayatan besar di dada dan tahap pemulihan yang lebih lama.

Read More

Agar Anda tidak perlu menjalani angioplasti, penting untuk menjaga kesehatan dengan berhenti merokok, mempertahankan berat badan ideal, menurunkan kadar kolesterol, dan olahraga secara teratur.

Related posts