Bagaimana Angioplasti Dilakukan?

  • Whatsapp
ILustrasi Angioplasti

Riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang akan menjadi pertimbangan dokter sebelum prosedur ini dilakukan. Pasien akan menjalani angiogram koroner untuk mengetahui lokasi tepatnya penyempitan pembuluh darah tersebut dan mengetahui secara pasti bahwa penyempitan atau penyumbatan yang terjadi dapat ditangani dengan angioplasti.

Angioplasti dilakukan melalui kateterisasi jantung, dengan membuat sayatan kecil pada kulit tungkai, lengan atau pergelangan tangan, sehingga kateter kecil dapat dimasukkan ke dalam pembuluh darah menuju pembuluh darah jantung yang tersumbat atau menyempit. Balon di ujung kateter akan digembungkan dan dikempiskan beberapa kali pada pembuluh darah, sampai dinding pembuluh benar-benar mengembang. Lalu kateter dikeluarkan. Nyeri dada bisa terjadi selama proses angioplasti karena saat balon dikembangkan, aliran darah ke jantung sedikit terhambat. Selama menjalani prosedur, pasien akan dibius tapi tetap sadar dan alat rekam jantung akan memonitor denyut jantung pasien.

Read More

Setelah proses angioplasti selesai, jantung pasien akan dipantau di rumah sakit selama beberapa waktu, sehingga pasien harus menjalani rawat inap. Bila sudah diperbolehkan pulang, pasien biasanya disarankan untuk minum banyak air dan menghindari aktivitas berat. Usahakan untuk selalu mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan, seperti aspirin dan sejenisnya.

Pasien harus segera memeriksakan diri ke dokter jika: area di mana kateter dimasukkan terasa nyeri, menjadi kemerahan, bengkak, terasa panas, atau mengalami perdarahan. Demikian juga jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau merasa lemas.

Prosedur ini tidak dapat dilakukan pada semua orang yang mengalami sakit jantung. Beberapa orang yang mengalami kondisi berikut disarankan untuk tidak menjalani angioplasti:

  • Penyempitan terjadi pada pembuluh darah utama yang membawa darah ke jantung kiri.
  • Otot jantung lemah.
  • Menderita lebih dari satu penyakit yang menyerang pembuluh darah.
  • Menderita diabetes.
  • Terdapat lebih dari satu penyumbatan pembuluh darah.

Pada situasi di atas, lebih baik dilakukan operasi bypass jantung (coronary bypass surgery), yaitu operasi yang dilakukan untuk membuat saluran baru menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh yang lain, sehingga aliran darah ke jantung kembali lancar.

Related posts