Hanya Keluar Beli Makanan, Pria Ini Kena Corona

  • Whatsapp
Benji Ha, pasien positif corona. (Foto: NBC LA)

SEORANG pria berusia 31 tahun dilarikan menuju unit perawatan intensif (ICU), setelah positif terinfeksi virus corona COVID-19. Pria malang bernama Benji Ha itu terinfeksi corona COVID-19, setelah keluar rumah pertama kalinya untuk membeli makanan.

Benji Ha yang jarang terkena penyakit, mengatakan bahwa corona COVID-19, terasa seperti sekantung batu bata yang menghantam wajah. Hal itu membuatnya menjadi kesulitan untuk bernapas.

Read More

Sebagaimana dilansir Nextshark, Jumat (6/4/2020), beberapa minggu sebelum tertular virus corona COVID-19, Benji telah terlebih dahulu mengisolasi dirinya sendiri di rumah dan menggunakan masker. Ia melakukan itu karena sadar bahwa usia dan kesehatannya tidak bisa melindunginya dari corona COVID-19.

Tapi akhirnya dia kehabisan bahan makanan. Kondisi ini memaksanya untuk pergi ke supermarket untuk membeli persediaan bahan makanan. “Saya kehabisan bahan makanan. Saat itulah saya melakukan perjalanan keluar rumah,” kata Benji.

Sebagaimana diketahui, SARS-CoV-2, atau coronavirus 2 adalah sindrom pernapasan akut, yang disebabkan oleh patogen yang bertanggung jawab menimbulkan COVID-19. Virus ini menyebar melalui percikan dahak (droplet) dari batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), droplet dapat mendarat di mulut atau hidung orang-orang terdekat dalam jarak sekira 6 kaki atau 1,8 meter. Dropet juga mungkin terhirup ke dalam paru-paru.

Satu hari setelah melakukan perjalanan menuju supermarket, Benji mulai mengalami batuk. Tak hanya itu ia juga mengalami demam tinggi dan merasa sakit pada bagian tubuhnya. Pria berusia 31 tahun itu pun langsung kondisi kritis di Rumah Sakit California Selatan di Culver City.

Ia didiagnosis terinfeksi COVID-19 pada akhir bulan lalu. Benji ingat pernah terengah-engah saat bernapas. Meskipun tidak memakai ventilator, Benji tetap diberi oksigen untuk membantu sistem pernapasannya.

“Larut malam, otak mengacaukan Anda. Dan Anda sangat-sangat takut untuk tertidur karena Anda tidak yakin akan bangun keesokan paginya,” lanjut Benji.

Menurut CDC, gejala COVID-19 meliputi demam, batuk dan sesak napas, yang dapat muncul dua hingga 14 hari setelah terinfeksi. Penyakit ini juga dapat menunjukkan tanda-tanda yang memerlukan perawatan medis sesegera mungkin.

Beberapa diantaranya adalah kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang terus-menerus pada dada, kebingungan atau ketidakberdayaan. Pada beberapa kasus COVID-19 juga akan menimbulkan timbulnya warna biru pada bibir dan wajah.

Untungnya Benji saat ini telah pulih dari COVID-19. Tidak jelas siapa yang sebenarnya menginfeksinya selama berada di supermarket. Tetapi dia yakin infeksi tersebut bisa mengenai siapa saja.

Related posts