Cerita Tukang Tambal Ban, Tetap Bekerja di Tengah Ganasnya Wabah Corona

  • Whatsapp
Cerita Tukang Tambal Ban, Tetap Bekerja di Tengah Ganasnya Wabah Corona

CIREBON – Demi keluarga, Suharto (70), seorang tukang tambal ban di Kota Cirebon, Jawa Barat tetap pergi bekerja di tengah ganasnya wabah virus corona (Covid-19). Setiap harinya, ia selalu menunggu pengendara roda dua yang bersedia menggunakan jasanya untuk menambal ban.

Suharto bercerita, ia harus selalu bekerja untuk mencari uang agar keluarganya di rumah bisa tetap makan. Suharto mengaku dalam sehari ia dapat mengantongi uang sebesar Rp100 ribu. Namun, imbas dari pandemi virus corona membuat pendapatannya menurun menjadi Rp50 ribu.

Read More

Suharto sendiri memiliki empat orang anak. Dari empat anaknya ini, ia sudah memiliki delapan cucu dan satu buyut. Tak ada bangunan yang melindungi Suharto dari cuaca. Ia hanya membuka tambal bannya di samping jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat. ia selalu menunggu pengendara yang hendak menggunakan jasanya. Baik untuk menambal ban ataupun hanya sekedar mengisi angin ban.

“Kalo enggak cari uang enggak bisa makan. Di rumah anak empat, cucu delapan, buyut satu. Sehari biasanya Rp100 ribu dapat. Kalau sekarang cuma Rp50 ribu. Kadang-kadang dapat, kadang-kadang enggak,” kata Suharto , Rabu (22/4/2020).

Suharto mengaku sudah mendengar jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang masyarakat untuk mudik. Ia sendiri merasa khawatir hal tersebut akan berpengaruh terhadap pendapatannya. Menurutnya, saat musim mudik lebaran, banyak pemudik yang memakai sepeda motor akan menggunakan jasanya.

Dirinya berharap agar pandemi virus corona segera berakhir. Sehingga pendapatannya bisa kembali normal. Ia hanya menggunakan masker untuk melindungi diri saat bekerja.

“Harapannya sih cepat selesai. Kalau mudik banyak yang nambal sampai antre. Sehari ada 15 yang nambal atau isi angin,” tukasnya.

Related posts