Ini Sanksi Jika Kalteng Putra Tidak Membayar Tunggakan Gaji Pemain Dalam 45 Hari

  • Whatsapp

Jakarta – Laporan 25 eks pemain Kalteng Putra ke NDRC (National Dispute Resolution Chamber/Badan Penyelesaian Sengketa Nasional) mencapai puncaknya. Kemarin (21/4), dari hasil sidang putusan NDRC yang digelar secara virtual, Laskar Isen Mulang –julukan Kalteng Putra– diwajibkan membayar seluruh gaji pemain tersebut dalam kurun waktu 45 hari.

Ketua NDRC Amir Burhanuddin mengungkapkan, dari hasil keputusan lima majelis yang melakukan sidang virtual kemarin, Kalteng Putra diwajibkan membayar tunggakan gaji 25 pemain yang melapor. ’’Dari 25 kasus yang ada, karena 25 pemain lapor sendiri-sendiri, Kalteng Putra kami beri waktu 45 hari untuk melunasinya,’’ tuturnya.

Read More

Jika batas waktu tersebut tidak dipatuhi, atau Kalteng Putra tidak mau membayar, ada hukuman yang sudah menanti. Kalteng Putra dilarang mendaftarkan pemain dalam tiga periode. ’’Itu domestik ataupun internasional, Kalteng Putra tidak boleh mendaftarkan pemain baru,’’ tegasnya.

Sebagaimana diketahui, 25 pemain yang menggugat adalah skuad Kalteng Putra musim 2019. Saat itu, Laskar Isen Mulang masih berkompetisi di Liga 1. Kalteng akhirnya terdegradasi di musim yang sama.

Sempat berkoar bakal membangun tim bertabur bintang, Kalteng Putra kehabisan bensin sebelum Liga 1 2019 selesai. Tidak tanggung-tanggung, utang mereka mencapai Rp 1,9 miliar. Itu tunggakan kepada 26 pemain senior dan Elite Pro Academy beserta staf pelatih.

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sempat tidak mengeluarkan rekomendasi Liga 1 gara-gara tunggakan gaji tersebut.

Kalteng Putra punya waktu kurang lebih 1,5 bulan untuk melunasinya. Paling tidak, awal Juni seluruh tunggakan 25 pemain itu wajib dibayarkan. Jika Kalteng Putra masih bandel, otomatis klub yang bermarkas di Stadion Tuah Pahoe itu tidak bisa mendaftarkan pemain baru. Alias tidak bisa ikut kompetisi.

Namun, Kalteng Putra punya kesempatan untuk mengajukan banding. Dalam kurun waktu 45 hari ini, manajemen bisa mengajukannya. Jika itu terjadi, otomatis deadline akan kembali menunggu hasil keputusan banding yang dilakukan Kalteng Putra.

Sumber internal menuturkan, Kalteng Putra memang sudah menyicil tunggakan gaji pemain, yakni pada Desember tahun lalu dan Maret kemarin. Tapi tetap saja, jika sesuai dengan peraturan DRC FIFA, Kalteng Putra wajib membayar seluruh tunggakan yang ada. ’’Karena peraturan tidak berkaca pada iktikad baik dengan menyicil atau tidak. Yang penting tunggakan dilunasi seluruhnya,’’ papar sumber tersebut.

Abdul Abanda Rahman, salah seorang pemain yang menggugat Kalteng Putra, merasa lega akhirnya ada putusan terhadap eks klubnya. Dia mengaku terpaksa melakukan laporan langsung ke NDRC karena sudah muak dengan sikap dingin dari Kalteng Putra. ’’Kami sudah muak dengan cara mereka. Kami juga sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Biar dengan cara sanksi dari NDRC semua ini bisa diatasi,’’ bebernya.

Related posts