Co-founder Ruangguru Iman Usman menegaskan, perusahaanya tidak akan mundur dari program Kartu Prakerja

  • Whatsapp

Ruangguru menjadi salah satu perusahaan mitra pemerintah dalam Program Prakerja yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Dikabarkan anggarannya mencapai Rp5,6 triliun untuk program tersebut. 

Co-founder Ruangguru, Iman Usman menegaskan, perusahaanya tidak akan mundur dari program Kartu Prakerja. Dalam akun Instagramnya @imanusman, ia menjelaskan tidak ada peraturan yang dilanggar oleh perusahaanya untuk ikut serta dalam tender program pemerintah ini. 

Read More

“Karena ga ada peraturan yang dilanggar, kami dari @ruangguru merasa tidak ada keperluan untuk mundur dari program Kartu Prakerja. Toh, ini bebas dan terbuka,” tutur Iman.

Ia menjelaskan, Ruangguru lolos menjadi salah satu perusahaan mitra Kartu Prakerja bukan karena sosok Belva Devara yang menjadi CEO sekaligus staf khusus presiden. Namun karena reputasi dan rekam jejak Ruangguru yang jelas sebagai platform e-learning terbesar di Asia Tenggara sehingga layak untuk ikut dalam tender program Kartu Prakerja.

View this post on Instagram

Sampai hari ini, masih banyak simpang siur tentang keterlibatan Ruangguru dalam program Prakerja. Berikut penjelasan saya. Buat teman-teman yg mungkin masih mengkritisi kelayakan @ruangguru sbg mitra prakerja, boleh loh cek seluruh platform dan lembaga pelatihan yg terlibat. Bandingkan satu persatu. Kalo memang kita tidak layak – dibandingkan platform yg lainnya – bisa sampaikan masukan ke kami dr sisi produk & konten agar kita juga bisa memperbaiki diri. Your inputs are very valuable for our growth! >90% kelas-kelas yang ada di Skill Academy saat ini sudah ada sebelum Kartu Prakerja dikeluarkan. Model bisnisnya adalah 'paid classes' dan harganya jg sesuai dgn market rate. Dengan model tsb, sudah banyak sekali yg ikut dan juga puas dengan layanannya. Bahkan untuk konteks COVID ini, kami turunkan lagi juga harga – hampir di semua kelas. Jadi salah besar kalau dianggap kami 'memanfaatkan situasi'. Karena ga ada peraturan yang dilanggar, kami dari @ruangguru merasa tidak ada keperluan untuk mundur dari program Kartu Prakerja. Toh, ini bebas dan terbuka. Kalo masih ga jelas, ada baiknya juga tonton video wawancara Direktur PMO Kartu Prakerja dengan Kompas TV yang saya cantumkan di post ini. Supaya jelas dan nggak bikin teori konspirasi sendiri. Kalo masih ga percaya juga, boleh loh coba tanyain ke 7 platform lain (karena bukan cm Skill Academy yg terlibat) mengenai kebenarannya. Saya rasa klarifikasi dari Belva, saya, ataupun @ruangguru sudah cukup jelas. Kalo masih ada pertanyaan, saya rasa sudah jadi koridornya pemerintah untuk menjawab. Titip bantu share ya, supaya lebih banyak lagi yang paham. Terima kasih.

A post shared by Iman Usman (@imanusman) on

Iman mengatakan, Ruangguru sudah enam tahun berkarya dan saat ini sudah digunakan oleh kurang lebih 17 juta pengguna. Selain di Indonesia, Ruangguru juga digunakan di beberapa negara lain seperti Singapura, Vietnam, dan Thailand. Bahkan kini, menurut Iman, Ruangguru menjadi platform pendidikan terbesar di Asia Tenggara. Aplikasi Ruangguru sudah diunduh lebih dari 10 juta kali dengan rating 4,7 dan 500.000 review. Sementara untuk Skill Academy yang merupakan bagian dari Ruangguru dan diluncurkan tahun lalu mendapat rating 4,76.

“Kalau misalnya yang kita sediakan itu dianggap tidak bermutu, semestinya ngga mungkin jutaan orang pakai dan kasih review seperti itu,” katanya.

Lebih lanjut ia menegaskan, Skill Academy sudah ada sebelum Kartu Prakerja diluncurkan. Model bisnisnya adalah ‘paid classes’ dan harga disesuaikan dengan market rate. Dengan model tersebut, sambung dia, sudah banyak yang berpartisipasi dan puas dengan layanannya. 

“Bahkan untuk konteks Covid ini, kami turunkan lagi juga harga di hampir di semua kelas. Jadi salah besar kalau dianggap kami ‘memanfaatkan situasi’,” tutupnya. 

Related posts