Viral! Video Adu Jotos ! Ketua RT dengan Pengemudi Ojol Gara – Gara Sembako

  • Whatsapp
Potongan video saat ketua RT adu jotos dengan ojol ketika pembagian sembako. (photo/Istimewa)

Saat ini, setiap derah yang terdampak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilakukan penyaluran sejumlah paket bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah untuk masyarakat setempat.

Namun baru-baru ini viral sebuah video yang menunjukkan kejadian yang tak biasa. Karena perihal sembako, orang dalam video tersebut malah terlibat adu jotos.

Read More

Seorang yang berprofesi sebagai Ketua RT di Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Basun, Selasa (21/4/2020) sekitar pukul 12.00 WIB, terlibat adu jotos dengan seorang warga yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol).

Peristiwa mencengangkan tersebut saat sedang dilakukannya pembagian sembako kepada setiap rumah warga agar menghindari kerumunan.

Diketahui, saat itu sang ketua RT bersama petugas membagikan bantuan kepada warga sesuai data yang sudah ada dari Pemkot Lubuklinggau.

Namun, beberapa saaat terjadi kesalapahaman bagi warga yang belum mendapat bantuan.

“Sudah saya jelaskan, yang belum dapat akan kami ambilkan KK-nya, kemudian diusulkan ke Posko. Secepatnya kami usulkan lagi supaya mereka itu jangan sampai tidak dapat, atau terlewatkan,” kata ketua RT melansir akun Instagram @plg_kucarkacir, Rabu (21/4).

Saat dirinya ke belakang mengantarkan sembako ke tempat lain, ternyata paket sembako tersebut diserahkan kepada mereka yang tidak sesuai data.

View this post on Instagram

#Repost @plg_kucarkacir @download.ins — Gara-gara sembako, ketua RT adu jotos dengan pengemudi ojek online. Ketua RT.2 Kelurahan Taba Jemekeh Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Basun, Selasa (21/4/2020) sekitar pukul 12.00 WIB, terlibat adu jotos dengan seorang warga yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol). Adu jotos antara keduanya itu, diduga gara-gara persoalan pembagian sembako dari Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau. Namun kejadian itu cepat dilerai oleh beberapa warga bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Peristiwa ini terjadi saat pembagian sembako kepada warga yang dilakukan door to door, untuk menghindari kerumunan massa di RT.2. Ketika dikonfirmasi, Ketua RT.2 Taba Jemekeh Basun membenarkan adanya kejadian itu. Dijelaskannya, awalnya ia bersama petugas membagikan bantuan kepada warga sesuai data yang sudah ada dari Pemkot Lubuklinggau. Namun, kemudian terjadi kesalapahaman bagi warga yang belum mendapat bantuan. “Sudah saya jelaskan, yang belum dapat akan kami ambilkan KK-nya, kemudian diusulkan ke Posko. Secepatnya kami usulkan lagi supaya mereka itu jangan sampai tidak dapat, atau terlewatkan,” ia mengatakan. Ditambahkan Ketua RT, setelah menjelaskan hal itu, ia pun pergi ke belakang mengantarkan sembako ke tempat lain. Namun ternyata paket sembako tersebut diserahkan kepada mereka yang tidak sesuai data. “Kemudian saya tegaskan, bahwa kami membagikan sesuai data yang ada. Nah, mereka yang paketnya ditarik kembali ini, mendatangi dan setengah mengancam saya. Dia juga mengeluarkan kalimat tidak pantas, dan hendak meninju,” kata Ketua RT sambil menjelaskan kemudian terjadi hal yang tidak diinginkan. Diakuinya, setelah pembagian ini sesuai data, Basun mengatakan ia sudah merencanakan akan mengajukan ke Posko bagi yang belum mendapatkan, namun mereka berhak. Begitu juga dengan yang sempat terjadi keributan dengan dirinya. “Dia juga sudah masuk dalam data untuk diajukan. Namun saya sudah menyapaikan selesai acara ini, warga yang belum terdaftar namun berhak, akan kami daftarkan ke posko induk,” katanya. #palembang_bedesau

A post shared by palembang_bedesau (@palembang_bedesau) on

Kemudian Ketua RT bersama Babinkamtibmas tersebut menarik kembali bantuan yang salah alamat ini.

Mungkin tak terima, warga yang juga merupakan seorang pengemudi ojol tersebut lalu mendatangi Ketua RT tersebut ditempat pembagian bantuan sembako.

Pengemudi ojol ini pun langsung mengancam hingga mengeluarkan kata-kata yang tak pantas sembari hendak meninju.

Tak tinggal diam, ketua RT ini pun melakukan bela diri, beruntung anggota Babinkamtibmas ada ditempat dan juga melerai sehingga tak terjadinya baku hantam.

Related posts