Efektivitas Lockdown diragukan Jokowi , Vietnam Beri Bukti

  • Whatsapp
Hanoi cabut kebijakan social distancing (Instagram/@hanoicapital)

Presiden Jokowi pernah menuturkan alasan kenapa dia tidak menerapkan lockdown di Indonesia. Kala itu, dalam siaran Mata Najwa presiden Jokowi menyebut tidak ada negara yang berhasil mengatasi pandemi Covid-19 dengan lockdown.

“Bukan karena masalah bujet, kita kan juga belajar dari negara-negara lain. Apakah lockdown itu berhasil menyelesaikan masalah, kan tidak,” katanya, Rabu (22/4/2020) malam.

Read More

“Coba tunjukkan negara mana yang berhasil melakukan lockdown dan bisa menghentikan masalah? Nggak ada menurut saya,” kata Jokowi.

“Tantangan” ini rupanya berhasil dijawab oleh Vietnam. Kota Hanoi dan Ho Chi Minh City akhirnya mengakhiri social distancing yang telah berlaku selama 22 hari.

Kabar baik ini diumumkan oleh PM Vietnam, Nguyen Xuan Phuc. Di Vietnam, tidak ada penambahan kasus baru Covid-19 8 hari berturut-turut.

Sementara itu, di Ho Chi Minh City tidak ada kasus baru selama 21 hari berturut-turut. Kota ini hanya memiliki 2 kasus positif corona.

Hanoi cabut kebijakan social distancing (Instagram/@hanoicapital)

Meski begitu, masih ada beberapa aturan yang tetap harus dipatuhi oleh warga, seperti dilansir dari VN Express International.

Ketua Komisi Rakyat Kota Hanoi, Nguyen Duc Chung bahwa bar, restoran, karaoke, pusat game, dan kedai teh masih dilarang buka karena akan menarik banyak orang. Festival dan acara olahraga juga masih dihentikan.

Warga sudah bebas keluar rumah, tapi harus memakai masker dan menerapkan jarak fisik. Warga yang tidak pakai masker akan didenda.

Transportasi umum sudah boleh beroperasi, tapi kursi tidak boleh penuh oleh penumpang, dan harus ada hand sanitizer di dalamnya. Sementara itu, sekolah masih tetap ditutup.

Vietnam sendiri mencatatkan 268 kasus positif corona, 224 sembuh, 44 masih dirawat, dan 0 kematian.

Related posts