inalillahi ! Selamat Jalan Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart

  • Whatsapp
Foto dirilis Senin (9/3/2020), memperlihatkan potret penyanyi campursari Didi Kempot di salah satu kamar hotel di Kemayoran, Jakarta. Musik campursari milik Didi Kempot yang hampir semua liriknya bercerita tentang patah hati tengah merasuki kalangan milenial dan mampu menembus lintas generasi

Didi Kempot. Namanya kini lekat di hati siapa saja. Hari ini, Selasa (5/5/2020), kita semua melepasnya.

Didi meninggal dunia pada pukul 07.30 di RS Kasih Ibu. Informasi ini disampaikan kerabatnya, Lili, seperti dikutip dari Kompas TV.

Read More

Selamat jalan Mas Didi Kempot, Godfather of Broken Heart…

Berikut sepenggal cerita mengenai julukan Godfather of Broken Heart yang disematkan kepada Didi Kempot, dari wawancara  dengan Jarkiyo, yang menggagas komunitas pencinta Didi Kempot, Sobat Ambyar, pada Juli 2019.

Dengan julukan Godfather of Broken Heart, Didi dipanggil dengan “Lord Didi”.

Semua nama dan julukan itu berawal dari lagu-lagu Didi Kempot yang hampir semuanya menceritakan tentang kesedihan dan kisah patah hati.

*****

Munculnya julukan Godfather of Broken Heart untuk Didi Kempot dikisahkan Jarkiyo.

Menurut dia, yang mencetuskan julukan itu adalah salah satu pengguna Twitter, Agus Magelangan, dengan akunnya @agusmagelangan.

Jarkiyo menceritakan, semua ini berawal dari sebuah video nonton konser Didi Kempot yang ia unggah di akun media sosialnya.

Dengan penuh penghayatan, Jarkiyo bersama beberapa temannya ikut menyanyikan tembang “Cidro” yang tengah dibawakan Didi Kempot, ketika itu di Taman Balekambang, Solo.

Jarkiyo menuliskan beberapa sebutan seperti “Surakarta Sad Boy Club”, “Bapak Loro Ati Nasional”, dan “Lord Didi”.

“Saya pun merekam tidak punya impian akan memviralkan ini, tidak sama sekali. Memang benar-benar natural, pada akhirnya alam yang membantu kita, reaksinya seperti ini,” kata Jarkiyo.

Salah satu hal yang membuat videonya melejit adalah karena dibagikan ulang oleh seorang seleb Twit bernama Agus Magelangan dalam thread panjang di Twitter-nya @AgusMagelangan.

“Yang nge-upload teman saya, tapi videonya dari saya, terus disamber Mas Agus. Malam-malam setelah nonton capek, tidur, bangun-bangun notif-ku benar-benar banyak,” ujar Jarkiyo.

Sosok Agus inilah yang kemudian memberi julukan Godfather of Broken Heart bagi Didi Kempot.

Dari sini, Jarkiyo menyimpulkan, untuk bisa membuat sesuatu yang besar, dibutuhkan seseorang yang menjadi pemantik, seperti apa yang dilakukan Agus Magelangan.

“Sebelum video itu booming, mungkin orang-orang muda masih malu-malu buat nonton datang ke konser Didi Kempot, tapi ketika akeh koncone, loro ati akeh koncone, semua berubah,” kata dia.

Didi Kempot mengaku tak masalah dengan panggilan itu.

“Buat saya pribadi itu enggak masalah, ya. Mungkin mereka tertarik karena dari tulisan saya, dari lirik-lirik (lagu) tulisan saya yang hampir 90 persen pasti terinspirasi dari (lagu yang) mellow-mellow semacam itu,” ujar Didi saat dihubungi media, Senin (15/7/2019).

Menurut Didi, julukan tersebut sebagai bentuk dari apresiasi para penikmat musiknya kepadanya.

“Dengan saya tambah umur, sudah mau 52, sekarang ada anak muda yang turut terlibat dan menyanyikan lagu itu benar-benar tidak sia-sia apa yang saya perjuangkan,” kata dia.

Related posts