Viral ! Terciduk Hendak Mudik 18 Orang Bersembunyi Dalam Truk Giling Semen

  • Whatsapp
Viral ! Terciduk Hendak Mudik 18 Orang Bersembunyi Dalam Truk Giling Semen

Beberapa hari yang lalu, polisi Indonesia mengungkap adanya praktek penyulundupan pemudik menggunakan bis. Ternyata kehebohan yang serupa tapi tak sama juga terjadi di India, ketika 18 orang buruh migran tertangkap tengah bersembunyi di dalam truk penggiling semen untuk dalam perjalanan mudik ke desanya. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (2/5) dan telah disorot banyak pihak, salah satunya @kunalkamra88 melalui tweet viral yang kini telah disukai puluhan ribu orang.

Read More

18 buruh migran tersebut terciduk polisi ketika truk semen yang ditumpanginya dihentikan di checkpoint desa Panth Piplai, yang berjarak 35 km dari kota Indore, Madhya Pradesh. Aparat yang bertugas di pos tersebut mencurigai gerak-gerik dan wajah sang supir yang mendadak tampak panik. Mereka pun memeriksa truk tersebut, seorang polisi kaget ketika naik ke atas drum penggiling dan melihat sejumlah orang ada di dalamnya.

Sebuah video yang menunjukkan para buruh migran itu keluar dari persembunyiannya yang sempit di dalam drum penggilingan semen kini viral di media sosial. Setelah diinterogasi, mereka ternyata berasal dari negara bagian Maharashtra hendak menuju kota Lucknow, Uttar Pradesh.

Seluruh buruh migran kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, karena beberapa dari mereka mengeluh lemas akibat berhempitan di dalam truk semen. Setelah itu, mereka semua dibawa oleh aparat menggunakan sebuah bis ke tempat tujuan mereka dengan selamat. Tentunya, mereka wajib mengikuti isolasi mandiri terlebih dahulu sebelum bisa ke rumah tujuan masing-masing. 

Sedangkan sang supir kini mendekam di penjara karena telah melanggar peraturan lockdown, truk semennya juga disita oleh kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di negeri dengan populasi tertinggi kedua di dunia, pemerintah India telah menerapkan lockdown sejak 25 Maret lalu dan meniadakan transportasi kereta api untuk mencegah orang berbondong-bondong pulang kampung alias mudik. 

Padahal, banyak buruh migran yang ingin pulang ke desanya masing-masing. Banyak dari mereka telah dipecat atau dirumahkan sehingga tidak memiliki cukup uang untuk dapat bertahan hidup di kota mereka kerja selama lockdown berlangsung, karena mayoritas diberi upah secara harian.

Sebagian dari mereka pulang menumpang bis yang memegang izin khusus dari pemerintah, namun jumlahnya yang beroperasi sangatlah sedikit. Sisanya terpaksa berjalan kaki untuk dapat pulang ke desanya.

Puluhan ribu buruh migran terlihat memenuhi jalan lintas provinsi menuju pulang ke desa, bahkan ada yang harus menempuh jarak hingga beratus-ratus kilometer. Mereka juga tidak membawa perbekalan yang cukup, padahal tempat makan di sepanjang jalan ikut tutup akibat lockdown. Banyak dari mereka yang meninggal dalam perjalanan, baik karena kelelehan, maupun karena kecelakaan di kegelapan jalan tol India. 

Perdana Menteri India Narenda Modi telah meminta maaf kepada masyarakat India, terutama pada rakyat miskin, atas lockdown yang telah menyebabkan kekacauan bahkan berujung kematian.

Related posts