Cerai Sebab Suami Buang Rokok ke Pot Bunga

  • Whatsapp
Ilustrasi Cerai

Sebuah kisah perceraian tengah viral di media sosial dan banyak dibagikan ulang oleh warganet. Seorang netter bercerita kisah mengenai orangtuanya yang bercerai yang menurutnya dipicu karena sang suami kurang memperhatikan kebersihan diri dan rumah.

Satu tabiat yang kerap bikin istri kesal adalah kebiasaan suami membuang puntung rokok ke dalam pot tanaman milik istrinya. 

Kisah ini diunggah oleh salah satu akun Facebook pada 1 Mei 2020. Pemilik akun itu menceritakan bahwa ibunya merupakan seorang yang sangat memperhatikan kebersihan dan penampilan. Bahkan keluar rumah untuk berbelanja dekat rumah saja akan berusaha agar penampilannya tidak asal-asalan. 

Perceraian itu terjadi ketika warganet ini berusia 12 tahun. Keputusan bercerai itu ditentang oleh orang-orang dekat sang istri. Netter bercerita, neneknya kerap menegur ibunya sebagai orang tidak bersyukur karena si suami adalah sosok yang bertanggung jawab dan pandai mencari uang. 

“Nenek juga enggak mengerti kenapa mama selalu membesar-besarkan papa yang enggak suka mandi, suka sembarangan lempar kaos kaki, enggak punya waktu temenin mama, dan enggak inget ulang tahun mama ataupun ulang tahun perkawinan mereka,” tulis akun tersebut. “Bukankah semua laki-laki seperti itu?”

Namun keputusan ibunya itu sudah bulat dan saat ia diajak keluar dari rumah itu, sambil menangis bundanya berujar, “Semoga kamu bisa mengerti mama, seumur hidup itu terlalu lama.”

Saat ia berusia 16 tahun, warganet ini mengisahkan ibunya menikah lagi. Berbeda dengan papanya, ayah tiri ini terkesan biasa saja, namun penampilannya bersih serta senyumnya lembut.

Menariknya, sosok papa tiri itu dinilai lebih perhatian kepada sang ibu. Menurut akun tersebut orang tua tirinya kerap membantu mengganti pot-pot tanaman yang rusak, memasak, hingga hal-hal kecil seputar kebersihan rumah.

“Papa tiriku akan memegang tangan mama dan pergi jalan-jalan sore bersama untuk melihat matahari terbenam, mereka pergi berdua melihat bunga di taman depan rumah,” tuturnya. Ibunya sering tersenyum bila sedang bersama dengan pasangan barunya ini.

Suatu ketika, ibunya jatuh sakit dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Ia tidak sendirian melainkan selalu didampingi oleh pasangannya yang penuh tatapan kasih sayang.

“Waktu aku pergi ke sana, aku melihat ada satu buket bunga lily di sebelah ranjang mama. Di atas meja ada buah yang sudah dipotong, sedangkan papa tiriku duduk di sebelah mama sambil baca buku,” tulis akun itu.

Netter ini mengingat saat itu semua perempuan di ruang perawatan itu memandang ibunya dengan iri. Penyebabnya: perhatian yang luar biasa dari ayah tirinya itu buat ibunya.

Dalam akhir kisahnya, akun tersebut mengerti dengan perkataan sang ibu ketika memutuskan untuk keluar rumah dan memulai hidup baru. 

Menurutnya pernikahan bukanlah tentang dua orang baik, melainkan dua orang yang bisa saling melengkapi, yang keduanya bisa merasa nyaman saat bersama, karena janji suci pernikahan seumur hidup adalah hal yang terlalu panjang.

Kisah ini viral setelah memperoleh 5.300 tanggapan dari warganet. Postingan ini juga telah dibagikan lebih dari 11 ribu kali di Facebook.

Pernikahan merupakan janji ikatan atau perjanjian yang dilaksanakan dua orang. Saat menikah pasangan diminta untuk mengucap janji sehidup semati. Tetapi tidak jarang pasangan yang telah menikah sering dihadapkan pada kondisi sulit, bahkan memutuskan untuk bertahan atau bercerai.

Sebelum membuat keputusan itu, sebaiknya pasangan memikirkan secara matang. Menurut Nancy Colier, seorang psikoterapis, ada beberapa pertanyaan yang bisa membantu calon pasangan untuk memantapkan hati menikah atau justru menunda. Atau buat mereka yang sudah menikah, pertanyaan apakah perceraian adalah keputusan yang tepat. 

Berikut dua di antaranya;

Apakah Anda dan pasangan memiliki ekspetasi yang serupa mengenai peran masing-masing dalam hubungan?

Terkadang masalahanya mungkin sederhana seperti tidak memahami pasangan Anda. Suami berharap istri seperti A sedangkan istrinya ingin seperti B dan sebaliknya. Tidak bertemunya ekspetasi dengan realita ini yang dapat memicu kekecewaan serta kekesalan dan berujung konflik.

Tanya diri, Apakah Anda akan merasa lebih bahagia bila tanpa pasangan?

Kita harus realistis mengenai apa yang didapatkan dalam suatu hubungan itu sepadan dengan apa yang diberikan? Dengan mendapatkan gagasan yang jelas mengenai apa yang paling penting dalam hidup Anda, pasangan lebih mudah membuat keputusan mengenai bertahan atau bercerai.

Related posts