Ini Cara Nabi Muhammad Berinteraksi dengan Al-Quran di Bulan Ramadan

  • Whatsapp
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

 Allah SWT memerintahkan manusia berpuasa di bulan Ramadan dan melakukan amal baik. Ada banyak amalan-amalan sunah yang bisa dilakukan di bulan Ramadan. Ibadah itu terbentang dari malam hari, sahur, waktu fajar dan ibadan siang hari.

Di waktu malam, Nabi Muhammad memberi contoh memperbanyak melakukan salat-salat sunah, seperti salat tarawih dan salat tahajud.

Read More

Ustaz Adi Hidayat dalam chanel Youtubenya Adi Hidayat Official berjudul “AKU SUKA 09 Ramadhan 1441H, AMALAN UTAMA PUASA” mengatakan, Rasulullah SAW adalah pribadi yang lembut hatinya dan suka berbagi. Namun, di bulan Ramadan, Rasulullah memperbanyak amalan memperbaik diri.

“Pribadi Rasulullah SAW makin bertambah lembut saat bulan Ramadan,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Perbanyak Interaksi dengan Al-Quran

Ustaz Adi Hidayat mengatakan, Rasulullah memberi contoh untuk memperbanyak interaksi dengan Al-Quran selama bulan Ramadan.

Interaksi itu bisa berupa, qiroati, kemudian tilawah, dan tahfiz. 

“Qiroati berarti interaksi dengan Al-Quran dengan aspek bacaan. Namun, bukan sekadar bacaan, melainkan bacaan yang benar dan baik secara tajwid,” ujar Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menegaskan, Ramadan adalah bulan untuk memaksimalkan bacaan Al-Quran kita dibanding bulan-bulan lainnya. Banyak ulama berusaha memperbanyak khatam Al-Quran.

Ia memberi contoh Imam Syafii yang di bulan Ramadan, setiap hari bisa khatam 2 kali Al-Quran.

Bulan turunnya Al-Quran

Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Quran. Oleh karena itu, pahala membaca Al-Quran di bulan Ramadan makin bertambah.

Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185.

ﺷَﻬْﺮُ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃُﻧﺰِﻝَ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ

“Bulan Ramadan adalah bulan yang (di dalamnya) diturunkan al-Quran …” (QS. Al-Baqarah: 185).

 Dalam sebuah hadis dikatakan, “Siapa yang membaca 1 huruf Alquran, dia mendapat 10 kebaikan,” kata sebuah hadis.

Pahala ini dilipatgandakan di bulan Ramadan. Dengan pahala yang berlipat ganda ini, kata Ustaz Adi Hidayat, mampu menghilangkan dosa-dosa kecil.

Ikuti Contoh Nabi Muhammad

Seberapa banyak kita baiknya membaca Al-Quran?

Terkait hal ini, Ustaz Adi Hidayat memberi contoh agar kita mengikuti standar Nabi Muhammad SAW.

“Contoh standar Nabi, khatam 30 juz selama Ramadan,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Sebenarnya Nabi Muhammad sanggup memnyelesaikan lebih dari 1 kali khatam selama bulan Ramadan. Namun, Nabi Muhammad memberi contoh yang ringan agar umat tidak terbeban.

“30 juz itu berarti sehari membaca 1 juz . Rata-rata 1 juz 10 lembar, berarti 1 hari 10 lembar. Dibagi waktu sholat 5 waktu, berarti setiap waktu sholat membaca 2 lembar sholat,” kata Ustaz Adi Hidayat memberi rumus.

Namun, dia juga mengingatkan agar membaca Al-Quran jangan cepat-cepat dan terburu-buru.

Hal ini dijelaskan Allah dalam QS Al-Qiyamah ayat 16.

“Lā tuḥarrik bihī lisānaka lita’jala bih”

Terjemahan, “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)-nya.”

“Tahu cara membacanya akan memudahkan berinteraksi dengan Al-Quran,” kata Ustaz Adi Hidayat menandaskan.

Related posts