Kronologi Puluhan Jemaah Mushalla Baitul Muslimin Terpapar COVID-19 dari Imam Salat Tarawih

  • Whatsapp
Ilustrasi Salat Tarawih

Puluhan jemaah Mushalla Baitul Muslimin di kawasan RW 07 Jembatan Besi, Jakarta Barat dievakuasi setelah diduga terkena paparan COVID-19.

Camat Tambora, Bambang Sutama menjelaskan bahwa satu keluarga yang terdiri dari kakek, nenek, dan seorang cucu yang tinggal di RW 07, ternyata positif corona.

Read More

Informasi ini didapatkan setelah dia menjalani uji swab di Puskesmas Tambora.

View this post on Instagram

Petugas dari Polsek Tambora Jakarta Barat bersama 3 pilar tambora melaksanakan evakuasi terhadap sejumlah jamaah di Musala Baitul Muslimin di RW 07 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat pada Minggu (10/5). Kegiatan evakuasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tambora Kompol Iversoon Manosoh dan Camat Tambora, serta tim medis dari Puskesmas. Kapolsek Tambora Kompol Iversoon Manosoh menjelaskan, evakuasi tesebut dilakukan terhadap sejumlah jemaah musala yang sudah melakukan kontak langsung dengan para jemaah lain yang positif Covid-19. . "Dari jemaah yang kami lakukan evakuasi ada sekitar 30 orang yang mana di indikasi sudah melakukan kontak fisik kepada para jemaah lain pada saat melakukan salat jemaah, tarawih," ujar Iversoon, Minggu (10/5). . Dilanjutkan Iversoon, para jemaah yang dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya sudah dilakukan uji swab. Evakuasi itu bertujuan untuk melakukan pemisahan terhadap orang – orang yang tertular Covid 19 dengan warga masyarakat di sekitarnya. "Dimana kita ketahui tambora merupakan daerah dengan permukiman padat penduduk (Slum Area) jika ada yang terpapar tidak kita lakukan tindakan secara cepat akan menjalar secara cepat penyebaran wabah virus covid 19 ini," ujarnya. Masih menurut Iversoon, jika hanya mengandalkan upaya dari tim medis puskesmas saja bisa mengalami banyak kendala, seperti ada warga yang menolak untuk dilakukan evakuasi dan dilakukan uji swab. Sebagai bentuk antisipasi lanjutan, petugas juga melakukan penyemprotan disinfektan di Mushola tersebut dan di sekitar lokasi serta pemukiman warga. Iver menambahkan, terkait kejadian ini ia meminta seluruh warga masyarakat untuk senantiasa patuh terhadap Ketentuan PSBB dan Maklumat Kapolri, serta disiplin dlm melaksanakan protokol kesehatan. "Jika semua ketentuan PSBB dan Maklumat Kapolri kita jalankan dengan baik, patuh dan disiplin maka mata rantai penularan Covid19 akan cepat berakhir," ujarnya . Source Media Indonesia . #polresmetrojakartabarat #polres_jakbar #cegahcovid19 #covid19 #terpapar #polsektambora

A post shared by Polres_Jakbar (@polres_jakbar) on

“Pertama cucunya tes usap di Puskemas positif COVID-19, kemudian kakek dan neneknya ikut melakukan tes usap pada Jumat (8/5).  Hasilnya dua-duanya positif,” ujar Bambang di Jakarta, Senin (11/5/2020)

Sang kakek merupakan Ketua RW yang sering menjadi imam di mushalla lingkungan tersebut. Meski sudah diminta agar menjalani isolasi di RS darurat Wisma Atlet, dia tetap menolak dan menyatakan dirinya hanya kena tipus.

“Sabtu (9/5) pagi, lurah bersama tiga pilar membujuk kakek, nenek, dan cucunya untuk ke Rumah Sakit Wisma Atlet tetapi tetap mendapat penolakan. Dia berdalih tidak kena COVID-19 melainkan gejala tipus,” ujar dia.

Sang Ketua RW ini pun tetap menjalani aktivitasnya memimpin salat tarawih. Saat itulah dia diduga menularkan virus ke jemaah lain.

Pihak kecamatan kemudian membujuk kembali agar bersedia dirawat di RSUD Tarakan. Mereka pun setuju dan bersedia dirawat di rumah sakit manapun, asalkan bukan di RS darurat Wisma Atlet.

Sementara itu, 28 jemaah kini dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Bambang mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat untuk melakukan penelusuran terhadap penyebaran virus.

Saat ini, mereka diminta untuk menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kami minta masyarakat sadar akan kondisi ini. Mari sama-sama putus rantai penyebaran COVID-19,” ujar Bambang.

Related posts