Sejarah Pertemuan Nabi Sulaiman AS dengan Ratu Balqis

  • Whatsapp

Dalam sejarah Islam, Nabi Sulaiman AS merupakan anak dari Nabi Daud AS. Usai Nabi Daud AS meninggal, Nabi Sulaiman AS menggantikannya mewarisinya tahta dan menjadikannya sebagai raja untuk memperbaiki akhlak Bani Israil. Sejak kecil, Nabi Sulaiman AS dikenal sebagai orang yang cakap dan memiliki kemampuan berpikir yang baik, terutama dalam mengambil keputusan.

Allah berfirman dalam QS. Sad ayat 30 yang artinya:

“Dan Kami karuniakankepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).”

Allah SWT memberikan kerajaan besar tiada tara yang pernah ada di dunia untuk Nabi Sulaiman AS. Dari kisahnya, Nabi Sulaiman AS merupakan raja dari segala makhluk. Bukan hanya manusia, dia merajai binatang dan makhluk gaib, seperti jin dan setan. Dia juga bisa berbicara kepada binatang.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anbiya ayat 82 yang artinya:

“Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongansetan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu.”

Dikisahkan, usai Nabi Sulaiman AS membangun Baitulmaqdis dan menunaikan haji, ia melakukan perjalanan ke Yaman. Saat tiba di sana, ia memanggil burung hud-hud untuk mencari sumber air di tempat yang kering dan tandus.

Ketika burung hud-hud muncul di hadapan Nabi Sulaiman AS, salah satu dari mereka berkata bahwa telah menemukan sebuah kerajaan yang besar dan mewah di negeri Saba yang dikuasi oleh seorang Ratu bernama Balqis.

“Saat aku melakukan pengintaian, aku menemukan sesuatu yang harus Tuan tahu. Aku melihat kerajaan yang megah dan dikuasai oleh seorang ratu yang sedang duduk di atas tahta bertabur permata berkilauan,” kata burung hud-hud.

“Di sana, aku juga melihat ratu dan rakyatnya tidak mengenal Tuhan pencipta seluruh semesta yang telah memberikan kenikmatan dan kebahagiaan. Mereka tidak menyembah kepada-Nya, melainkan matahari,” lanjutnya.

Mendengar perkataan burung hud-hud, Nabi Sulaiman AS meminta pertolongan untuk memberikan sebuah surat kepada ratu istana tersebut. Lalu, Ratu Balqis menerima surat tersebut. Ia pun membaca isi surat yang entah dari siapa.

“Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, surat ini adalah dariku, Sulaiman. Janganlah kamu bersikap sombong dan menganggap dirimu lebih tinggi daripadaku. Datanglah sekalian kepadaku berserah diri.”

Singkat cerita, Ratu Balqis mengutus anak buahnya untuk mengirimkan hadiah berupa harta benda yang ia pikir Nabi Sulaiman AS akan menerimanya. Namun, ternyata Nabi Sulaiman AS menolak hadiah yang diberikan.

Ingin maksud membuat Ratu Balqis datang dan berserah diri untuk menghentikan penyembahan matahari. Tapi, jelas saja kalau beliau tidak memaksa siapa pun untuk masuk islam. Maka, Nabi Sulaiman AS mengambil keputusan untuk menundukkan Kerajaan Saba yang berada di bawah kekuasaan Ratu Balqis.

Menerima penolakan dari Nabi Sulaiman AS, Ratu Balqis memikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan kerajaannya yaitu dengan menghadap Nabi Sulaiman AS.

Mengetahui kalau Ratu Balqis akan datang, Nabi Sulaiman pun berkeinginan untuk menunjukkan kepada Ratu Balqis bahwa ia memiliki kekuasaan gaib. Maka, Nabi Sulaiman bertanya kepada para jinnya, siapa yang sanggup membawa singgasana Ratu Balqis ke hadapannya sebelum ia datang berserah diri.

Lalu, Ifrit yang merupakan jin yang cerdik menjawab, “Aku sanggup membawa tahta itu sebelum engkau sempat berdiri dari tempat dudukmu.”

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Naml ayat 41 yang artinya:

“Ia (Sulaiman) berkata, “Ubahlahuntuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi.”

Seketika, singgasana Ratu Balqis sudah ada d ihadapan Nabi Sulaiman AS. Sebelum kedatangan Ratu Balqis, Nabi Sulaiman AS memerintahkan para jinnya untuk mengubah sedikit bentuk dan warna tahta milik Ratu Balqis. Hingga datanglah Ratu Balqis menghadap Nabi Sulaiman AS. Ia tampak kagum dengan kemewahan yang dimiliki Nabi Sulaiman AS.

Namun, ada sedikit kecurigaan dari semua tahta yang dimiliki Nabi Sulaiman AS. Seraya bertanya dalam hati, bagaimana mungkin tahta ini mirip dengan apa yang kumiliki.

Ratu Balqis pun tampak heran, kenapa tahta kerajaannya sudah berpindah ke istana Nabi Sulaiman AS, padahal ia yakin sekali bahwa tahta-tahta tersebut masih berada di istananya sebelum mengunjungi Nabi Sulaiman AS.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Naml ayat 42 yang artinya:

“Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah(kepadanya), “Serupa inikahsinggasanamu?” Dia (Balqis) menjawab, “Seakan-akan itulah dia.” (Dan dia Balqisberkata), “Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”

Ratu Balqis dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan. Lantai dan dinding-dindingnya terbuat dari kaca putih. Ratu Balqis menyingkap pakaiannya karena mengira sedang melewati kolam yang besar.

Lalu, Nabi Sulaiman AS bertanya, “Engkau tidak berada di atas kolam air. Apa yang engkau lihat itu adalah kaca-kaca putih yang menjadi lantai dan dinding ruangan ini.”

“Oh, Tuhanku,” kata Ratu Balqis sembari menyadari kelemahan dirinya terhadap kekuasaan Allah SWT yang dipertujukkan oleh Nabi Sulaiman AS. Hingga akhirnya, Ratu Balqis bersetah diri kepada Allah SWT.

“aku telah lama tersesat berpaling daripada-Mu, melalaikan nikmat dan kurnia-Mu, merugikan dan menzalimi diriku sendiri. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam,” kata Ratu Balqis.

Begitulah kisah pertemuan Nabi Sulaiman AS dengan Ratu Balqis yang merupakan seorang wanita yang memiliki harta benda berlimpah dan menyembah matahari. Lalu, ia pun berserah diri kepada Allah SWT usai diperlihatkan kekuasaan-Nya yang sangat luar biasa.

Related posts