Dinkes Ancam Cabut Izin Klinik dan RS yang Jual Surat Bebas Covid-19

  • Whatsapp
Ilustrasi Net

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta bakal menindak klinik dan rumah sakit yang menjual surat bebas Covid-19 kepada masyarakat.

Jika terbukti, maka klinik atau RS tersebut bakal dicabut izin operasionalnya.

Read More

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Weningtyas mengatakan, tindakan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2014 Tentang Klinik.

“Ya, ada pastikan itu sesuai dengan Permenkes 9 tentang Klinik juga ada. Ada pasalnya tentang sanksi. Dari mulai administratif sampai dengan pencabutan izin,” ucap Weningtyas saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2020).

Dinkes telah meminta kepada seluruh kepala suku dinas kesehatan di 5 wilayah kota administrasi untuk mengawasi klinik dan RS.

Weningtyas yakin, jajarannya telah melakukan pengawasan agar tidak ada yang menjual bebas surat keterangan dokter tersebut.

“Mereka melakukan pengawasan. Mungkin enggak langsung jalan ke setiap rumah sakit, tapi mereka punya grup yang sangat efektif di situ (dikasih tahu) bagaimana aturannya. Dan kemudian dikoordinasikan. Pokoknya dilakukan (pengawasan) oleh sudin,” kata dia.

Wening menambahkan, pihaknya telah mengkonfirmasi kepada pihak RS yang namanya dicatut di dalam surat bebas Covid-19 dan dijual di e-commerce.

“Kalau yang viral kemarin itu dari pihak rumah sakit juga tidak pernah mengaku dan juga enggak kenal sama penjual atau providernya. Tidak merasa kerja sama,” tuturnya.

Sebelumnya, publik dikagetkan dengan beredarnya foto produk “surat sehat bebas covid” yang dipajang di e-commerce Tokopedia.

Dalam foto produk, terlihat kop surat RS Mitra Keluarga Gading Serpong Kabupaten Tangerang. Harga untuk surat tersebut tertera Rp 70.000.

Tangkapan layar penjualan produk tersebut kemudian viral di media sosial.

Merespons kasus tersebut, Manajemen RS Mitra Keluarga membantah menjual surat bebas Covid-19.

“Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan di sosial media, maupun situs berita mengenai surat keterangan sehat yang menggunakan kop surat mitra keluarga, dengan ini kami sampaikan bahwa kami Manajemen Mitra Keluarga tidak pernah bekerja sama dengan pihak-pihak yang memperjual belikan surat keterangan bebas covid-19,” tulis pihak Manajemen RS Mitra Keluarga saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2020).

Pemerintah mengizinkan orang bepergian, termasuk meninggalkan zona merah Jabodetabek, dengan sejumlah syarat. Surat bebas Covid-19 salah satunya.

Hal itu diatur dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Namun, mereka yang hendak bepergian meninggalkan Jabodetabek harus menunjukkan hasil negatif Covid-19 berdasarkan tes PCR/rapid test atau surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit/puskesmas/klinik kesehatan.

Orang yang diizinkan keluar atau masuk wilayah dengan kendaraan pribadi atau transportasi umum, yakni mereka yang bekerja dalam pelayanan penanganan Covid-19.

Kemudian, pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar.

Selain itu, pelayanan pendukung layanan dasar, dan pelayanan fungsi ekonomi penting. Kelompok lain, pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat.

Kemudian, perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal.

Pemerintah juga mengizinkan perjalanan pekerja migran Indonesia, WNI, pelajar yang berada di luar negeri kembali ke Indonesia.

Related posts