Warga di Tangerang Serbu Mal CBD Ciledug hingga Membeludak Meski PSBB

  • Whatsapp
Serbu Mal CBD Ciledug

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang, sepertinya tidak berpengaruh terhadap warga.

Warga seolah tak mempedulikan untuk tetap menjaga jarak atau di rumah saja saat PSBB.

Read More

Seperti yang terjadi di Mal CBD Ciledug Kota Tangerang, dalam sebuah video dengan durasi satu menit dan viral di media sosial. Dalam video itu menunjukkan padatnya masyarakat yang menunggu mal dibuka. Mereka nampak mengantre, berdesak-desakan tanpa menghiraukan adanya physical distancing atau jaga jarak.

Saat pengelola mulai membuka mal, masyarakat pun langsung menyerbu sejumlah toko baju yang ada di dalam. 

View this post on Instagram

Pihak Kepolisian membenarkan telah terjadi kepadatan pengunjung di depan Mal CBD Ciledug. Polisi juga telah menegur pihak pengelola mal terkait kejadian tersebut. . "Iya itu (membludak) sebagian karyawan CBD dan sebagian lagi pengunjung mal," kata Kasubag Humas Polresta Tangerang Kompol Abdul Rochim saat dihubungi, Selasa (19/5/2020). . Abdul mengatakan tumpukan pengunjung serta karyawan mal tersebut terjadi lantaran ada pengecekan suhu di depan pintu masuk. Peristiwa tersebut ditangani Polsek Ciledug. . "Ada pengecekan suhu, Kapolsek Ciledug sudah menegur pihak pengelola," ucap Abdul. . Abdul menyebut peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (17/5) pagi. Atas kejadian itu, lanjutnya, mal tersebut akan ditutup. . "Kita koordinasi dengan Camat Ciledug besok mal ditutup," ujar Abdul. . Seperti diketahui, video keramaian di mal CBD itu tersebar viral di media sosial. Terlihat dari tampilan video yang diambil salah satu karyawan mal pengunjung menumpuk di depan pintu masuk mal. . Videonya diunggah di Twitter oleh akun @mbelgedez. Dilihat detikcom, Selasa (19/5), sebanyak 463 ribu akun telah melihat video tersebut. . Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sampai turun meninjau langsung ke lokasi. "Kita mau cek dulu, betul nggak, kondisi yang diviralkan. Makannya kita mau cek lapangan, kaitan kebenaran informasi ini. . Kalau betul seperti yang disangkakan mereka. Mereka buka, kita ambil langkah tindakan, harus ditutup," kata Kasatpol PP Kota Tangerang Agus saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (19/5). . Artikel : detik.com #cbdciledug #ciledug #ciledug24jam #covid19 #viral #detikcom #terserahindonesia #indonesiaterserah

A post shared by CILEDUG 24 JAM (@ciledug24jam) on

Kasatpol PP Kota Tangerang, Agus Hendra menjelaskan, kepadatan pengunjung di pusat perbelanjaan itu terjadi pada Minggu (17/5). Pada saat itu, masyarakat memadati lokasi toko-toko baju, tepatnya di gedung Matahari.

“Betul itu terjadi pada hari Minggu, di sana warga memadati pusat penjualan baju, tepatnya di Matahari. Kepadatan itu karena memang masyarakat ingin membeli baju untuk persiapan hari raya,” katanya, Selasa (19/5).

Adanya hal itu, petugas melakukan penertiban dengan mendatangi lokasi dan memanggil pihak manajemen. Dan hasilnya, petugas menutup aktivitas penjualan barang-barang yang tidak masuk dalam daftar pengecualian.

“Akhirnya, kita tutup dan kita surati pihak manajemen. Tadi pun, saat petugas patroli, gedung atau toko yang menjual barang-barang selain yang dikecualikan sudah tutup. Tapi memang terkadang, penjual ini membandel, dia ngumpet-ngumpet buka kalau petugas lagi lengah,” ujarnya.

Akan hal itu, pihaknya pun akan memberikan sanksi bertahap pada pemilik toko atau pengelola mal dengan pemberian sanksi, mulai teguran, penutupan aktivitas penjualan, penyitaan barang hingga denda.

“Di Peraturan Wali Kota Tangerang sudah ada sanksi-sanksinya, kalau masih bandel, akan kita denda,” ungkapnya.

Related posts