PKL Tanah Abang Kembali Gelar Lapak Usai 2,5 Jam Penertiban

  • Whatsapp

Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kios yang berada di depan Pasar Tanah Abang Blok G, tepatnya di bawah Jembatan Central Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali membuka lapak dagangan mereka saat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tak berjaga.

Sebelumnya, para pedagang yang mayoritas menjual pakaian telah menutup lapak mereka usai penertiban yang dilakukan oleh personel gabungan sejak pukul 10.00 WIB. Ini dilakukan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta untuk memutus penyebaran Virus Corona.

Read More

Pantauan media, Rabu (20/5), para pedagang kembali membuka lapak mereka sejak 12.35 WIB. Para pembeli yang mayoritas perempuan berusia muda hingga tua pun terlihat memadati area tempat para pedagang berjualan. Tidak terlihat adanya sosial distancing dalam aktivitas tersebut.

“Kalau razia (penertiban) disuruh tutup, setelahnya kita buka lagi, ya namanya cari makan,” kata dia kepada media di Pasar Tanah Abang, Rabu (20/5).

Kepala Satuan Polisi (Satpol) PP Kecamatan Tanah Abang Budi Salamun mengatakan pihaknya memang masih menemukan pedagang yang membandel sehingga diambil tindakan lebih lanjut.

“Ada sanksi, ada yang berupa kita tindak, kita ambil, kita sidangkan. Sudah terdata (jumlahnya) di tingkat kota semua,” kata dia, Rabu (20/5) di Pasar Tanah Abang.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta telah menutup Pasar Tanah Abang sejak 27 Maret 2020 lalu. Pasar yang ditutup meliputi Pasar Tanah Abang Blok A, Blok B, dan Blok. Sementara Blok G tetap dibuka karena menyediakan kebutuhan pangan dengan membatasi waktu operasi.

Sedianya, PD Pasar Jaya menutup pasar di kawasan Tanah Abang sampai 5 April, namun kembali diperpanjang hingga 19 April. Penutupan pusat grosir tekstil tersebut kembali diperpanjang sampai 22 Mei atau bersamaan dengan berakhirnya pelaksanaan PSBB di Ibu Kota.

Related posts