New Normal, Apple Sebut Telah Buka 100 Toko Resmi Di Seluruh Dunia

  • Whatsapp
Mandatory Credit: Photo by ERIK S LESSER/EPA-EFE/Shutterstock (10645836x) People wait in line to enter a reopened Apple Store at The Summit shopping center in Birmingham, Alabama, USA, 13 May 2020. A handful of Apple's US retail stores are being reopened with strict social distancing guidelines for customers amid the coronavirus COVID-19 pandemic. The spread and containment efforts of the coronavirus COVID-19 pandemic has caused disruptions to daily life across the globe. Apple Store reopening amid the coronavirus COVID-19 pandemic in Birmingham, Alabama., USA - 13 May 2020

Apple dilaporkan telah membuka kembali 25 toko resminya di AS dan 12 di Kanada, seperti dilaporkan oleh Bloomberg. Hal ini sekaligus menandai dibukanya total hampir 100 toko resmi di seluruh dunia.

Dibuka kembalinya toko resmi ini disertai dengan protokol pencegah persebaran Covid-19, seperti diharuskannya sanitasi dan pengecekan tempretur sebelum masuk, dan juga pelayanan yang tidak mengharuskan pengguna masuk dan hanya dilayani di depan toko.

Read More

Dalam surat pernyataan Apple atas nama wakil presiden senior divisi ritel Apple yakni Deirdre O’Brien, pihaknya disebut “berfokus kepada membatasi jumlah orang di dalam toko dan menberinya lebih banyak ruang.” Pelayanan terhadap konsumen pun diharuskan satu demi satu, sehingga tidak ada yang mengerubung.

Sanitasi dan pengecekan temperatur juga wajib tak cuma untuk konsumen namun untuk para pegawai.

Di Amerika Serikat, toko Apple Store yang telah dibuka adalah yang berada di negara bagian Arkansas, California, Colorado, Florida, Hawaii, Oklahoma, dan Washington.

Secara global, Apple Store juga akan segera buka di Italia, Jerman, Austria, Swiss, dan Australia, di mana di Italia, salah satu negara yang sempat dihantam outbreak virus corona, akan dibuka 10 atau 17 toko.

Sementara di Tiongkok, tempat pertama virus ini berasal, Apple Store sudah hampir semuanya beroperasi, diikuti oleh Korea Selatan yang juga terhantam parah oleh outbreak Covid-19.

Related posts