Bidan Pembunuh dan Pembuang Bayi terancam hukuman penjara 15 tahun

  • Whatsapp
Tersangka bidan pembunuh dan pembuang bayi di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara

Muara Teweh –   Bidan bernama Natalie AMd Keb (24 tahun) yang baru-baru ini membunuh dan membuang bayi yang merupakan anak kandungnya sendiri yang baru lahir di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara telah ditetapkan sebagai tersangka.

Natalie dijerat dengan 338 jo 341 KUHP tentang Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan ditambah seorang ibu yang karena takut akan diketahui bahwa ia melahirkan anak dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya pada saat anak itu dilahirkan atau tidak lama kemudian, diancam karena membunuh anak sendiri.

Read More
View this post on Instagram

Bidan bernama Natalie AMd Keb (24 tahun) yang baru-baru ini membunuh dan membuang bayi yang merupakan anak kandungnya sendiri yang baru lahir di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara telah ditetapkan sebagai tersangka. Natalie dijerat dengan 338 jo 341 KUHP tentang Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan ditambah seorang ibu yang karena takut akan diketahui bahwa ia melahirkan anak dengan sengaja menghilangkan nyawa anaknya pada saat anak itu dilahirkan atau tidak lama kemudian, diancam karena membunuh anak sendiri. “Sesuai dengan pasal yang disangkakan, bidan tersebut terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun,” ujar Kasat reskrim Polres Barito Utara, AKP Kristanto Situmeang SIK, Minggu 7 Juni 2020. Pihaknya juga telah melakukan pembongkaran mayat bayi tersebut yang telah dikuburkan di desa setempat untuk pengambilan sampel DNA. Sampel DNA ini telah di bawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya, kemudian di bawa ke Jakarta untuk pengecekan DNA nya “ kemungkinan sekitar satu bulan paling lama hasil pemeriksaan DNA ,” pungkas kasat. Selengkapnya di infokalteng.id #kalteng #bidan #pembunuhan #pembunuhansadis #pembunuhansatukeluarga #baritoutara #infobatara #muarateweh

A post shared by @ infokaltengdotid on

“Sesuai dengan pasal yang disangkakan, bidan tersebut terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun,” ujar Kasat reskrim Polres Barito Utara, AKP Kristanto Situmeang SIK, Minggu 7 Juni 2020.

Pihaknya juga telah melakukan pembongkaran mayat bayi tersebut yang telah dikuburkan di desa setempat untuk pengambilan sampel DNA. Sampel DNA ini telah di bawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya, kemudian di bawa ke Jakarta untuk pengecekan DNA nya

 “ kemungkinan sekitar satu bulan paling lama hasil pemeriksaan DNA ,” pungkas kasat.

Related posts