Saran Dokter ! Perhatikan Waktu Penggantian Masker untuk Putus Virus Corona

  • Whatsapp
Dokter Reisa Broto Asmoro

Penggunaan masker wajah telah banyak direkomendasikan para ahli kesehatan, pemerintah, pihak berwenang, dan terus menjadi wajib di ruang publik di berbagai belahan dunia guna memutus penyebaran virus corona baru penyebab pandemi virus corona atau COVID-19.

Terkait hal ini, Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dokter Reisa Broto Asmoro memberi beberapa trik menggunakan masker untuk memutus pandemi virus corona, seperti waktu penggunaan masker yang harus diganti setelah 4 jam pemakaian.

Read More

“Penggunaan masker disarankan maksimal hanya 4 jam, dan harus diganti dengan yang baru, atau yang bersih,” kata Dokter Reisa. (Baca juga: Daftar Tempat dengan Risiko Tular COVID-19 Tinggi hingga Rendah).

Selain itu, masker juga wajib diganti apabila sudah basah atau terlalu lembab. Oleh sebab itu, Reisa menganjurkan agar masyarakat membawa persediaan masker apabila harus pergi keluar rumah. “Masyarakat disarankan untuk membawa beberapa buah masker ketika harus pergi keluar rumah untuk beraktivitas,” jelasnya.

Dokter Reisa yang mulai aktif bertugas di Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sejak Senin (8/6/2020) ini mengungkap bahwa penggunaan masker harus tepat. Masker harus dipastikan benar-benar menutupi hidung, mulut hingga dagu.

“Penggunaan masker pun harus tepat, misalnya menutupi hidung sampai dengan dagu,” ujarnya.

Menggunakan masker, kata Dokter Raisa, sebaiknya tidak menarik atau menurunkan masker dan tidak menyentuh bagian depan masker setelah digunakan beberapa saat. Untuk melepaskannya, cukup dengan memegang bagian tali atau pengait tanpa menyentuh bagian kain dan kemudian buang atau cuci untuk jenis masker kain. “Cukup pegang bagian tali masker tanpa menyentuh bagian kain,” sarannya.

Meski sudah menggunakan masker, pola hidup bersih dan sehat tetap harus diterapkan. Adapun penggunaan masker hanya dapat efektif apabila seseorang yang memakainya juga menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Cuci tangan sebelum menggunakan masker, hindari memegang area wajah, terutama mata, hidung, dan mulut. Jangan megang kain bagian depan masker, ketika digunakan,” imbuhnya.

Dokter Reisa juga mengimbau masyarakat untuk tetap harus menghindari kerumunan dan tempat ramai serta menjaga jarak fisik minimal satu meter, meskipun sudah menggunakan masker. (Baca juga: Bikin Ketagihan, Begini Resep Membuat Bebek Hitam Madura).

“Terutama, dari mereka yang bergejala, atau mengalami gangguan pernapasan, seperti batuk, bersin, demam, dan lain-lain. Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan bila tidak ada, gunakanlah hand rub berbasis alkohol,” jelas Reisa.

Di sisi lain, dalam masa adaptasi new normal, budaya menggunakan masker di tempat umum, kantor, pasar, sarana transportasi, dan ruang publik lainnya sangat dianjurkan. Hal itu dilakukan untuk memastikan seseorang aman dari COVID-19, dan sekaligus tetap produktif bekerja.

Lebih lanjut, hal ini bertujuan untuk tetap menjaga kelangsungan rumah tangga, keluarga, dan bermasyarakat, meningkatkan kegiatan gotong royong serta solidaritas antar sesama dalam melawan COVID-19. “Lakukan hal ini dengan disiplin. Lindungi diri, lindungi orang lain. Pastikan kita, keluarga, tetangga, kerabat, dan kawan, aman dari COVID-19 dan tetap produktif membangun bangsa,” pungkas Dokter Reisa.

Related posts