#WajibTau! Harga Minyak Dunia Tertekan, Khawatir Gelombang Kedua Covid-19

  • Whatsapp
Harga Minyak Dunia Tertekan

JAKARTA – Harga minyak bergerak dua arah pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat.

Selama perdagangan sepekan, harga minyak dunia mencatatkan penurunan mingguan sejak April karena kasus virus corona atau Covid-19 di AS kembali melonjak. Hal ini memicu kekhawatiran gelombang kedua Covid-19 yang menganggu permintaan bahan bakar.

Read More

Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (13/6/2020), harga minyak Brent menetap di USD38,73 per barel, naik 18 sen, sementara West Texas Intermediate menetap di USD36,26 per barel, turun 8 sen.

Kedua tolok ukur harga minyak tersebut mencatat penurunan mingguan sekitar 8%, yang pertama setelah enam minggu mengalami kenaikan yang telah mengangkat harga minyak dari posisi terendah April.

Laporan mengenai lonjakan kasus baru virus corona pada sekitar setengah lusin negara bagian AS menimbulkan kekhawatiran bahwa pandemi virus corona mungkin masih jauh dari selesai.

‚ÄúPasar ini berada di persimpangan jalan. Jika permintaan terus membaik, pasar minyak memiliki lebih banyak untuk naik,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

“Jika kita masuk ke situasi di mana kita mulai mengambil langkah mundur soal coronavirus, pasar akan turun,” sambungnya.

Pada saat yang sama, persediaan minyak mentah AS telah naik ke rekor 538,1 juta barel, karena impor murah dari Arab Saudi mengalir ke AS.

Di sisi lain, OPEC + memangkas pasokan sebesar 9,7 juta barel per hari (bph), sekitar 10% dari permintaan pra-pandemi dan sepakat akhir pekan lalu untuk memperpanjang pengurangan.

“Sementara argumen bullish masih dapat dibuat karena produksi terus menurun dengan permintaan masih menunjukkan perbaikan, kami mencari tren penurunan dalam produksi untuk mulai melambat, sementara permintaan pemulihan dapat dikurangi jika coronavirus terus meningkat,” kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates.

Related posts