Ini Jadwal Kerja Baru Karyawan di Era New Normal

  • Whatsapp
ilustrasi waktu kerja

AKTIVITAS masyarakat kembali sibuk selama masa transisi menuju new normal yang ditetapkan pemerintah sejak Senin 8 Juni 2020. Tak heran bila banyak pekerja memadati sarana transportasi maupun tempat-tempat publik pada saat jam sibuk

Karena itu, pemerintah Indonesia melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 mengeluarkan surat perintah kepada (Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan perusahaan swasta tentang jam kerja pada masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat yang aman Covid-19.

Read More

Hal ini disampaikan oleh Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro dalam siaran langsung di Graha BNPB, Senin (15/6/2020).

“Gugus tugas mengatur pengaturan jam kerja karyawan dibuat dengan sistem bergilir atau dengan dua shift. Pengaturan jam kerja antar shift wajib dilakukan dengan jeda minimal tiga jam,” terang dr. Reisa.

Dokter cantik tersebut mengatakan bahwa pekerja yang ada di dalam shift pertama akan masuk kerja antara pukul 07.00 sampai 07.30 dan pulang pukul 15.00 sampai 15.30. Sementara shift kedua masuk antara pukul 10.00 sampai dengan 10.30 dan pulang pukul 18.00 sampai 18.30.

“Pengaturan jam kerja disesuaikan dengan jenis dan sifat pekerjaan yang dijalankan secara terus menerus. Jumlah pegawai yang bekerja dalam shift di atur secara proporsional mendekati perbandingan 50:50 untuk setiap shift,” lanjutnya.

Dokter Reisa mengatakan pengaturan jam kerja seperti ini diimbangi oleh optimalisasi bekerja dari rumah (WFH) yang selama tiga bulan ini sudah di budayakan. Tujuannya untuk mengutamakan keselamatan dari kelompok rentan seperti orangtua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

“Penerapan teknis jam kerja diserahkan kepada instansi kantor atau pemberi kerja dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Tujuan utama dari regulasi ini adalah menekan terjadinya kerumunan pada saat berangkat dan masuk kerja. Terutama mengurangi penumpukan pada sarana transportasi,” tuntasnya.

Related posts