Heboh, Database Polri Dijebol Hacker

  • Whatsapp
ilustrasi hack

Warganet tengah ramai membicarakan kabar database milik Kepolisian RI yang disebut telah dibobol seorang hacker. Informasi tersebut diunggah oleh akun @secgron di Twitter kemarin (15/6) yang telah viral hingga kini telah disukai ribuan orang.

Berdasarkan tweetnya itu, seorang hacker mengklaim telah berhasil menerobos jaringan database Polri. Orang itu juga memiliki akses untuk mencari dan mengganti data anggota Polri.

Read More

Hacker dengan username ‘hojatking’ itu kemudian menjual akses untuk mengganti data anggota Polri itu di dark web seharga US$ 1.200 atau setara sekitar Rp 17 juta. Ia juga menjual informasi bug aplikasi yang digunakannya untuk membobol database Polri senilai US$ 2 ribu atau setara sekitar Rp 28,5 juta.

Hai, akses penuh ke database kepolisian Indonesia dengan kemampuan sebagai berikut: mengubah detail polisi, mencatat lembur polisi, menghapus polisi dari database, menambahkan polisi ke database, mempensiunkan polisi,” tulis sang hacker dalam mendeskripsikan hasil retasannya.

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono membantah database milik Korps Bhayangkara diretas. Pihaknya kini tengah menelusuri keaslian dari informasi yang viral di Twitter itu.

Tujuan @secgron menyebarkan informasi tersebut adalah agar Polri segera membenahi kekuatan firewall databasenya, lantaran telah dijebol oleh hacker ratusan kali.

Berdasarkan data dari situs http://zone-h.org, sebuah portal keamanan Internet yang berisi berita keamanan IT, aset milik Polri telah disusup oleh hacker sebanyak 259 kali. Pada tahun 2015 lalu, seorang hacker pernah menjebol situs Polri, dan mengubah tampilan halaman utamanya dengan tulisan #SaveKPK.

selama ini sistem keamanan mereka dikenal “sangat buruk”, semudah itu utk percaya ketika mereka ngomong “engga ada”? Ya engga lah!” cuit @secgron merespon Polri menyangkal rumor databasenya diretas.

Menanggapi kabar tersebut, banyak warganet yang meninggalkan komentar. Sebagian besar dari mereka tidak kaget jika kabar itu benar, dan menyarankan agar Polri memperkuat pertahanan keamanan sibernya.

Related posts