Mitos atau Fakta?Air Kelapa Bisa Lancarkan Persalinan

  • Whatsapp
ilustrasi Kelapa Net

Banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat, salah satunya tentang persalinan. Air kelapa misalnya, disebut-sebut bisa memperlancar proses persalinan.

Namun Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr Eric Kasmara, Sp. OG menyatakan, belum ada penelitian yang membuktikan hal tersebut.

Read More

Bahkan, konsumsi air kelapa secara berlebihan dapat menyebabkan kontraksi berlebihan.

“Ibu minum kan (airnya) masuknya ke lambung bukan ke vagina. Gimana caranya kelapa bisa membuat lancar (persalinan). Itu saya enggak habis pikir sama mitos ini,” ujarnya dalam webinar RSPI: Persiapan Persalinan di Masa New Normal, Kamis (18/6/2020).

Mitos lainnya, ada anggapan bahwa wanita yang sudah melakukan persalinan dengan operasi caesar (C-Section) maka tidak akan bisa melahirkan normal.

dr Eric mengatakan jika persalinan anak pertama dilakukan secara bedah sesar, masih ada kemungkinan untuk anak kedua dilakukan secara normal dengan Vaginal Birth After Cesarean (VBAC).

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yakni jarak persalinan 18-24 bulan, dan sayatan bedah sesar pada rahim sebelumnya transversal rendah atau horizontal.

Selain itu, ibu juga belum melakukan operasi besar pada rahim seperti miomektomi. Serta ketebalan segmen bawah rahim (SBR) di atas 4 milimeter.

Terkait Covid-19, ada anggapan salah yang menyebut Ibu hamil yang positif terinfeksi maka bayi pun akan tertular Covid-19. Padahal, hingga saat ini belum dapat dibuktikan virus corona dapat menular ke bayi dari Ibu hamil, baik pada saat kehamilan ataupun persalinan.

“Penularannya kan bukan melalui plasenta tapi melalui droplet, kalau sudah dilahirkan itu yang potensi menularkan,” kata dia.

Untuk menghindari bayi terinfeksi Covid-19, ibu yang positif Covid-19 tidak boleh melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Kebersihan tangan sebelum memegang bayi juga harus diperhatikan.

Anggapan lain yang juga salah adalah persalinan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) lebih aman dibandingkan di rumah sakit umum.

Ia menjelaskan, setiap rumah sakit pasti melakukan protokol pencegahan infeksi sehingga pasien tidak usah ragu untuk melahirkan di rumah sakit umum.

“Karena di rumah sakit umum pun dilakukan pencegahan-pencegahan. Kami juga tidak ingin tenaga medis, pasien, dan pengunjung tertular,” pungkas dr Eric.

Related posts