Viral Baru Saja Lahir, Kembar Tiga di Meksiko Positif Covid-19

  • Whatsapp
Source: commons.wikimedia.org

Tenaga kesehatan di Meksiko tengah dibuat kewalahan pada pekan ini. Selain jumlah kasus virus korona yang terus bertambah, mereka juga diherankan dengan pasien termudanya, yakni tiga bayi kembar yang baru saja lahir.

Ketiga bayi itu dikabarkan dinyatakan positif Covid-19 ketika lahir prematur pada 8 Mei dari seorang ibu yang kemudian juga dinyatakan positif namun tidak mengalami gejala apapun. Kini para ahli medis pun dibebankan dengan tugas berat untuk menyelidiki apakah penyakit itu bisa ditularkan melalui plasenta ibu selama kehamilan.

Read More

Dua dari tiga bayi itu, satu laki-laki dan satu perempuan dalam keadaan stabil. Namun seorang bayi laki-laki lainnya dikabarkan mendapat perawatan khusus karena mengalami gangguan pernapasan.

Meski jarang, namun ini bukanlah kasus pertama di mana bayi yang baru lahir mengidap Covid-19. Meski sedang diteliti lebih lanjut, pejabat Kesehatan negara bagian San Luis Potosi, Monica Rangel, agaknya yakin bahwa ketiga bayi itu tertular dari ibunya dalam kandungan.

“Kasus ini sedang dipelajari untuk melihat apakah si kembar tiga terinfeksi sebelum atau setelah kelahiran dilakukan, tetapi sepertinya mustahil jika mereka terinfeksi di luar rahim dengan waktu yang begitu cepatnya,” ungkap Rangel.

Seperti diketahui, gejala Covid-19 biasanya baru mulai muncul setelah dua hari terinfeksi virus tersebut. Selain itu secara statistik, anak-anak juga menunjukkan jauh lebih sedikit gejala dari infeksi COVID-19 dibandingkan orang dewasa, dan dampaknya terhadap kesehatan manusia semakin meningkat seiring bertambahnya usia.

Menjawab keresahan para ibu hamil, peneliti dari Fakultas Kedokteran Yale University mengatakan, jika infeksi benar-benar terjadi, risiko terhadap ibu dan bayi sering kali rendah. Namun diketahui beberapa laporan menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 mungkin meningkatkan kemungkinan bayi dilahirkan lebih awal.

Dalam kasus wanita hamil terinfeksi Covid-19, kebanyakan calon ibu akan memiliki gejala ringan hingga sedang dan pulih. Bayi mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit sama sekali.

Perlu dicatat bahwa hingga kini tidak ada bukti bahwa virus korona menyebabkan keguguran atau memengaruhi perkembangan bayi dalam kehamilan. Tetapi sebagai pencegahan, wanita hamil tetap disarankan untuk secara ketat menghindari kontak sosial yang dekat, rutin mencuci tangan, dan selalu pakai masker, guna mengurangi kemungkinan terinfeksi Covid-19.

Related posts