Malu Anak Gadis “Digarap” Duda, Sorang Ayah di Dompu Nekat Gantung Diri

  • Whatsapp
ilustrasi gantung diri

DOMPU-Seorang ayah nekat gantung diri di kebun miliknya di Desa Raba Baka, Kecamatan Woja. Beruntung, nyawa IH, 47 tahun ini selamat setelah dilarikan ke RSUD Dompu oleh warga setempat.

Aksi nekat IH lantaran stres. Dia tidak kuat menahan rasa malu setelah mendengar pengakuan anak gadisnya S (inisial). Saat diinterogasi penyidik Unit PPA Polres Dompu, S mengaku menjadi korban persetubuhan seorang duda di  Kelurahan Kandai Dua.

Kanit IV PPA Satreskrim Polres Dompu AIPDA Ahmad Rimawan mengatakan, percobaan bunuh diri dilakukan IH pada Senin siang (22/6). Di kebun yang tidak jauh dari perkampungan. Dia gantung diri dengan jaket yang diikat di pohon dekat gubuk.

Sebelum diselamatkan banyak orang, seorang warga sempat lari ketakutan, karena mengira IH sudah meninggal dunia. Beruntung nyawanya tertolong, setelah sejumlah warga menyelamatkan dari jeratan maut.

“IH dirawat beberapa hari di RSUD, karena sempat tidak sadarkan diri,” kata Ahmad Rimawan.

Sebelum aksi nekatnya itu, IH sempat mendampingi anak gadisnya yang diperiksa di ruang unit PPA terkait kasus persetubuhan. Karena malu dan stres mendengar pengakuan anak gadisnya, dia lantas minta pamit pulang.

IH menelpon sang istri dan memberitahukan, dia tidak akan lagi pulang ke rumah. Jika ingin temui dirinya, dia meminta sang istri untuk datang ke tempat pertama mereka bertemu (kebun). “Saat itu juga IH menuju kebun dan mencoba mengakhiri hidup,” jelas polisi kelahiran Kota Bima ini.

Kasus persetubuhan itu terungkap kata Rimawan, karena S seharian tidak pulang ke rumah, sejak Sabtu (20/6). Orang tua dan pihak keluarga berupaya mencarinya, namun tidak membuahkan hasil.

Minggu malam (21/6), diperoleh informasi , S sedang berada di rumah seorang duda muda. Setelah diselidiki, tenyata informasi itu benar.

Pihak keluarga dan beberapa warga  langsung mendatangi rumah duda tersebut. Saat  itu S bersembunyi di bawah kolong meja di dapur. “Malam itu juga keluarga korban melaporkan kasus persetubuhan pada Polres Dompu,” sebut bapak tiga anak ini.

Sementara terduga pelaku kata dia, dibekuk Senin pagi  di kediamannya. Dia ditangkap saat sedang membereskan pakaian karena berniat kabur. “Setelah dapat info dari Bhabinkamtibmas, saya dan satu anggota langsung menuju rumah terduga pelaku dan menangkapnya,” kata Rimawan.

Proses penyidikan kasus persetubuhan tersebut terus dilakukan. Sejumlah saksi termasuk ayah korban, IH sudah dimintai keterangan setelah dinyatakan sembuh, Rabu (24/6).

Sedangkan korban mengakui perbuatannya. Dia mendatangi rumah tersebut karena diminta terduga pelaku. “Korban dan pelaku status pacaran. Mereka sudah menjalin hubungan asmara sekitar sebulan, sebelum keduanya melakukan hubungan layak suami isteri,” bebernya.

Korban menceritakan, hubungan layak suami isteri itu dilakukan pelaku dan korban atas dasar suka sama suka. Korban bahkan mengaku hubungan seperti pertama dilakukan dengan pacarnya.

“Awalnya korban beralibi dipaksa dan diancam pacarnya. Setelah diminta jujur, akhirnya dia mengakui perbuatan itu atas dasar suka sama suka,” pungkasnya.

Related posts