Viaral ! Beredar di Percakapan WA, BI Dituding Ambil Untung Rp5,6 T dari Penukaran Uang Rp75 Ribu

  • Whatsapp
Uang Pecahan Baru Rp75.000

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) meluncurkan uang pecahan baru Rp75 ribu sebagai Uang Peringatan Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia pada Senin (17/8).

Uang khusus itu sudah bisa ditukarkan masyarakat sejak Selasa (18/8).

Sebelum diluncurkan secara resmi, uang edisi khusus tersebut sudah menjadi berbincangan khalayak di media sosial. Desain uang pecahan Rp75 ribu itu diributkan karena menampilkan seseorang pria mengenakan pakaian adat yang dinilai berasal dari China.

Setelah diluncurkan, uang pecahan Rp75 ribu kembali diributkan. Kali ini, ada yang menuding BI telah mengambil keuntungan hingga Rp5,6 triliun dari penukaran uang tersebut yang dicetak sebanyak 75 juta lembar.

Tudingan itu beredar luas di grup percakapan WhatsApp. Dalam pesannya, disebutkan modal kertas, tinta, dan ongkos cetak senilai Rp250 per lembar. Oleh karena itu, BI dituding mendapatkan keuntungan hingga Rp5.625 miliar atau Rp 5,6 triliun dari penukaran uang tersebut.

“Bank Indonesia cetak 75 juta lembar uang senilai Rp. 75 rb. Berarti senilai Rp. 5.625 Milyar atau Rp. 5,6 Trilyun ! Modal kertas, tinta, ongkos cetak sekitar Rp. 250,-/lembar. Untung Rp. 74.750,-/lbr. Total keuntungan, kalau terjual semua : Rp. 5.606 Milyar, atau masih kisaran Rp. 5,6 Triliun. Artinya, BI/Pemerintah “galang dana” dari masyarakat walau argumennya tidak mengedarkan uang baru & tidak utk transaksi. Ini namanya juga jual beli uang kertas dengan kertas = riba kwadrat. Sisi lain : jerih payah untuk dapat hasil uang Rp. 75.000,- hanya untuk ditukar dgn “selembar kertas suvenir” ? Kalau perak per gram semisal harga 20.000/gr, maka BI main sulap, ciptakan Perak Murni seberat 281.250.000 Gram dalam kedipan mata. #TolakSulapRiba #SihirUang,” demikian isi pesan yang beredar di grup percakapan WhatsApp.

Related posts