Pedoman Baru WHO : Anak Usia 12 Tahun Wajib Pakai Masker

  • Whatsapp
ilustrasi masker anak

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF mengeluarkan pedoman baru tentang pemakaian masker untuk anak-anak, Jumat (21/8/2020).

Salah satu pedomannya menegaskan, anak-anak berusia 12 tahun ke atas harus memakai masker untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19. Pedoman ini sama seperti yang ditujukan untuk orang dewasa.

Read More

Seperti dilansir BBC, Minggu (23/8/2020), berikut adalah pedoman baru yang dipublikasikan di situs WHO, mencakup tiga kelompok usia:

1. Anak usia 12 tahun ke atas

Anak berusia 12 tahun ke atas wajib memakai masker seperti orang dewasa. Khususnya ketika tidak dapat menjaga jarak dengan orang lain dan penularan berisiko terjadi.

2. Anak usia 6-11 tahun

Anak usia 6-11 tahun harus memakai masker tergantung sejumlah faktor risiko.

Faktor risiko yang harus diperhitungkan antara lain intensitas penularan di suatu daerah, kemampuan anak untuk menggunakan masker, dan apakah anak berinteraksi dengan orang-orang yang berisiko tinggi mengembangkan penyakit.

WHO juga menekankan perlunya pengawasan orang dewasa untuk membantu anak menggunakan, memakai, dan melepaskan masker dengan aman.

3. Anak balita

Anak berusia di bawah lima tahun (balita) dalam keadaan normal boleh tidak mengenakan masker.

Bagi orang dewasa yang menghabiskan waktu dengan anak-anak, WHO mengatakan semua orang di bawah usia 60 tahun dan orang dewasa sehat harus memakai masker kain ketika tidak bisa menjaga jarak satu meter dengan orang lain.

“Ini sangat penting untuk orang dewasa yang bekerja dengan anak-anak yang mungkin sering berinteraksi satu sama lain,” kata WHO.

Panduan WHO tidak menentukan apakah anak di atas usia 12 tahun harus memakai masker di sekolah. Namun mungkin kebijakan ini akan muncul saat tahun ajaran baru dimulai.

Perancis baru-baru ini mewajibkan semua anak berusia di atas 11 tahun, dan sejumlah sekolah di Inggris mewajibkan semua anak memakai masker.

Dilansir Reuters, Minggu (23/8/2020), hingga kini memang masih sedikit pemahaman tentang bagaimana anak-anak menularkan virus corona.

Namun berdasar bukti riset yang ada, anak remaja lebih berpotensi menularkan virus corona SARS-CoV-2 dibanding anak-anak yang lebih muda. Sama seperti orang dewasa.

WHO dan UNICEF menambahkan, lebih banyak data diperlukan untuk lebih memahami peranan anak-anak dan remaja dalam penularan virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Saat ini lebih dari 800.000 orang di seluruh dunia meninggal karena Covid-19.

Setidaknya menurut data Universitas Johns Hopkins ada lebih dari 23 juta kasus yang dikonfirmasi, dengan jumlah kasus tertinggi adalah AS, Brasil, dan India.

Namun, jumlah sebenarnya orang yang sedang atau pernah terpapar virus corona SARS-CoV-2 diyakini jauh lebih tinggi mengingat pengujian yang tidak memadai dan banyaknya kasus tanpa gejala.

Jumlah kasus meningkat di banyak negara seperti Indonesia, Korea Selatan, negara-negara Uni Eropa, dan Lebanon.

Related posts