Ikuti Ronaldo Hengkang ke Italia, Messi Hindari Pajak Tinggi?

  • Whatsapp
Messi

INTER Milan disebut-sebut sebagai destinasi karier berikutnya bagi Lionel Messi. Selain akan melanjutkan rivalitas dengan Cristiano Ronaldo yang membela Juventus, La Pulga juga mendapat keringanan soal pajak. Ya, spekulasi soal motif kepindahan sang pemain memang berkembang liar.

Salah satu yang gencar diberitakan adalah Lionel Messi kecewa dengan sikap pelatih anyar Ronald Koeman. Pria asal Belanda itu dikabarkan ingin mencabut sejumlah keistimewaan pemain berusia 33 tahun tersebut di skuad.

Read More

Selain itu, pajak juga disebut-sebut sebagai pemicu hengkangnya Lionel Messi dari Barcelona. Sebagaimana diketahui, The Messiah pernah tersangkut kasus penggelapan pajak pada 2016. Ia bahkan pernah menjalani sidang untuk kasus tersebut.

Pajak pendapatan di Spanyol memang cukup membuat pesepakbola asing pusing. Berdasarkan aturan, siapa pun yang menetap di Spanyol, entah berstatus warga negara asing (WNA) atau bukan, dan mendapat penghasilan lebih dari 600 ribu Euro (setara Rp1,03 miliar), wajib membayar pajak hingga 43%.

Aturan tersebut mulai berlaku pada 2010 seturut dengan krisis ekonomi yang melanda dunia. Tak pelak, pesepakbola seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi saja tersangkut kasus pajak. Isu soal bayar pajak yang lebih rendah bahkan sampai membuat CR7 hengkang ke Juventus.

Resminya, Cristiano Ronaldo memang ingin mencari tantangan baru. Namun, di balik itu, perpajakan di Italia memang lebih ramah dibandingkan Spanyol bagi WNA. Italia diketahui memberikan keringanan pajak bagi ekspatriat demi meningkatkan investasi asing.

Kebetulan, Lionel Messi dikabarkan akan hengkang ke Inter Milan. Salah satu pemicunya adalah pembelian apartemen mewah yang dilakukan oleh sang ayah, Jorge Messi. Dengan membeli apartemen, pesepakbola berusia 33 tahun itu bisa mengajukan diri sebagai wajib pajak (WP) di Italia.

Dilansir dari International Investment, dengan menjadi WP di Italia, Lionel Messi hanya akan membayar pajak maksimal sebesar 30% dari pendapatan. Aturan mengenai skema perpajakan itu baru berlaku pada awal 2020. Firma hukum global, Withers, menyebut aturan pajak itu menjadi keuntungan tersendiri buat klub-klub Italia.

“Ini akan membuat klub-klub Italia menjadi lebih kompetitif di level internasional untuk memikat para bintang olahraga,” ucap Withers.

Namun, paket perpajakan itu baru berlaku jika pemain yang bersangkutan menandatangani kontrak minimal dua tahun. Sebab, dalam aturan disebutkan, seseorang harus berkomitmen menjadi wajib pajak Italia selama dua tahun ke depan sejak kepindahan.

Related posts