Perbedaan Rapid Test Antigen dan Antibodi Deteksi Covid-19, ini penjelasanya

  • Whatsapp
ilustrasi Rapid Test

JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan perbedaan test cepat atau rapid test antigen dan antibodi. Pasalnya, baru-baru ini metode rapid test antigen telah mendapat persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menggantikan rapid test antibodi.

“Tiga hari lalu WHO sudah merilis izin penggunaan secara¬†emergency rapid test¬†antigen,” kata Dicky , Rabu (30/9/2020).

Read More

Dicky mengatakan, rapid test antigen merupakan tes cepat yang dapat melihat seseorang apakah terinfeksi virus corona atau tidak.

“Ini berbeda dengan rapid test antibodi yang selama ini digunakan di Indonesia. Karena rapid test antibodi itu tidak bisa menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19, hanya untuk melihat jika reaktif pernah terpapar Covid-19. Artinya, apakah dia sedang terinfeksi atau tidak ya tidak diketahui sehingga perlu dilakukan tes lagi,” ungkapnya.

Selain itu kata Dicky, metode yang digunakan rapid test antigen juga sama dengan cara swab atau mengusap rongga hidung dan tenggorokan. Sementara tes antibodi hanya mengambil sampel darah.

“Pemeriksaannya tetap lewat swab jadi dicolok hidung atau rongga mulut,” jelasnya.

Dari segi efektivitas menurut Dicky, tes cepat antigen lebih murah dan cepat mendapat hasil dibandingkan swab test yang biasa dilakukan sebelumnya. “Antigen ini bisa mengganti tes PCR yang terbatas di daerah, harganya juga murah, cepat hasilnya,” tutur Dicky. (Ari)

Related posts