Peran Krusial Black Box dalam Insiden Kecelakaan Pesawat

  • Whatsapp
Ilustrasi Black Box

Upaya pencarian black box pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu telah mencapai titik terang. Baru-baru ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan telah menemukan lokasi keberadaan black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Hadi mengatakan saat ini lokasi diduga black box berada pun sudah ditandai. Black box itu diharapkan bisa mengungkap misteri penyebab jatuhnya pesawat yang berdasarkan manifes mengangkut 62 orang tersebut.

Read More

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Walaupun disebut kotak hitam, nyatanya black box dibalut warna yang terang menyala atau cerah agar mudah teridentifikasi dalam operasi pencarian.

Ini Peran Krusial Black Box dalam Insiden Kecelakaan Pesawat Terbang  (1)
Ilustrasi Kotak Black Box Rusak Foto: Flickr / kathleen_kuzma

Pengunaan kata ‘black’ sendiri hanya kiasan untuk menunjukkan sesuatu yang mengandung misteri. Sementara warna black box pesawat yang sebenarnya adalah oranye. Pemilihan warna ini sudah ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO).

Black box pesawat menjadi salah satu hal yang paling krusial dalam insiden kecelakaan pesawat terbang. Kotak oranye ini merupakan informan kunci yang dapat memberi petunjuk penyebab kecelakaan pesawat. Tak ayal, ketika suatu penerbangan mengalami kecelakaan, black box menjadi perangkat yang paling dicari keberadaannya

Dilansir The Indian Express, Black box terdiri dari dua dua jenis perangkat, yaitu Cockpit Voice Recorder atau CVR dan Flight Data Recorder atau disingkat FDR. Kotak CVR berukuran 30 x 12,5 cm, fungsinya untuk merekam percakapan pilot, kopilot, pilot dengan ATC, hingga para awak pesawat.

Durasi perekaman CVR adalah 30 menit dan apa bila percakapan sudah mencapai 30 menit maka akan terhapus secara otomatis. Jika CVR hanya mampu merekam selama 30 menit saja, berbeda dengan FDR yang mampu merekam hingga 25-30 jam.

Ini Peran Krusial Black Box dalam Insiden Kecelakaan Pesawat Terbang  (2)
Ilustrasi pilot bertugas menerbangan pesawat Foto: Shutterstock

Dengan ukuran yang lebih panjang, yaitu 49 x 12,5 cm, tugas FDR adalah merekam data-data teknis pesawat, misalnya ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, auto pilot dan sebagainya.

Baik CVR dan FDR, keduanya sama-sama hidup secara otomatis bila mesin pesawat dinyalakan. Kedua alat ini diletakkan di bagian ekor pesawat, yang menurut studi menjadi lokasi paling aman.

Walau sudah ditempatkan di lokasi teraman, apa bila ekor pesawat hancur pun black box tetap bisa bertahan. Sebab, black box mampu ‘hidup’ di air dan di panas.

Black box mampu menahan bantingan, kedap air hingga kedalaman 6000 meter, dan tahan suhu panas sampai di atas 1.000 derajat Celsius selama sedikitnya 30 menit. Apabila black box dalam keadaan rusak atau terbakar, hanya bagian luarnya saja yang rusak, sementara untuk memori di dalamnya masih aman dan tidak rusak. Oleh sebab itu, black box memiliki daya tahan tinggi ketika terjadi kecelakaan.

Sementara bila pesawat jatuh ke air, maka CVR atau FDR tetap bisa terdeteksi dan bertahan hingga dua bulan lamanya. Sebab, keduanya dilengkapi dengan ULB, yaitu transmitter yang akan memancarkan gelombang akustik bila masuk ke dalam air.

Warna oranye terang pada black box akan memudahkan proses pencarian. Selain itu setiap perekam dilengkapi dengan Underwater Locator Beacon (ULB) yang akan aktif setelah bersentuhan dengan air dan dapat mentransmisikan sinyal dari kedalaman hingga 14.000 kaki.

Related posts