Hari Ini, Raffi Ahmad, Najwa Shihab, BCL, dan Dokter Tirta akan Divaksinasi

  • Whatsapp
Raffi Ahmad

Jakarta – Kelompok selebritas dan influencer seperti Raffi Ahmad, Najwa Shihab, BCL, dan Dokter Tirta akan disuntik vaksin pada gelombang pertama vaksinasi hari ini, Rabu, 13 Januari 2021. Mereka masuk di kelompok dua yang terdiri dari para selebritas dan tokoh masyarakat yang dikenal publik.

Dari daftar penerima vaksin gelombang pertama yang diterima media selain empat tokoh di atas, nama ketua organisasi kesehatan masuk di kelompok tokoh ini. Mereka adalah Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng Muhammad Faqih, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia Harif Fadilah, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Emi Nurjasmi, ahli vaksin milenial, Dirgayuza Rambe, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center Agus Syamsuddin, dan Ketua Satgas NU Peduli Covid-19 Muhammad Makki Zamzami.

Read More

Sehari sebelum divaksin, Raffi Ahmad mengunggah video yang memperlihatkan Menteri BUMN Erick Thohir yang berbicara tentang pendistribusian vaksin Covid-19. “Pendistribusian vaksin @erickthohir. Semangat Indonesia,” tulis Raffi di akun Instagramnya, Selasa, 12 Januari 2021.

Dokter Tirta memberikan keterangan saat memperkenalkan kolaborasinya bersama Holywings, di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2020. Dalam kolaborasi Holywings X dokter Tirta, mereka memproduksi merchandise seperti masker, sandal, kaos, hingga jaket. TEMPO/Nurdiansah

Adapun Dokter Tirta, menjelang tengah malam, menggelar siaran langsung di akun Instagramnya selama hampir satu jam membahas rencana vaksinasi itu. Ia membahas pentingnya melakukan vaksinasi.

Ia menuturkan, vaksin sudah ada dalam eradikasi polio. Vaksin diperlukan untuk meningkatkan kekebakan tubuh manusia. “Supaya terkena infeksi, enggak mengalami pemburukan,” ujarnya. Tirta mengatakan, vaksinasi penting untuk mencegah sistem kesehatan Indonesia collaps dengan membuat herd immunity melalui vaksin.

Dokter Tirta menuturkan, dengan vaksinasi, akan mencegah orang yang terinfeksi Covid-19 tidak mengalami gejala berat hingga memenuhi ruang Intensive Care Unit (ICU). “Kalau ruang ICU penuh pasien Covid, bagaimana orang kena stroke, gagal jantung, orang-orang dengan kanker,” ujarnya.

Related posts