4 Instrumen Investasi Buat Anak Muda

  • Whatsapp

Saat memutuskan untuk berinvestasi, pasti kita akan bertanya-tanya mengenai prosedur dan tata cara yang harus dilakukan ketika ingin melakukan investasi.

Salah satu langkah awal yang dapat kamu lakukan adalah dengan memilih instrumen investasi yang akan digunakan. Berbagai instrumen investasi yang ada memiliki perbedaan satu sama lain.

Read More

Calon investor dapat memilih instrumen investasi yang cocok dengan profil risikonya dan juga tujuan yang akan dicapai. Tujuan tersebut bisa dalam jangka pendek atau jangka panjang.

Berikut merupakan instrumen investasi yang cocok untuk anak muda dan juga tengah populer di Indonesia.

1. DEPOSITO

Foto: Getty Images

Jika kamu pernah menabung di bank, mungkin akan mudah beradaptasi dengan deposito. Jenis investasi ini mirip dengan tabungan, hanya saja ada perbedaan dalam hal suku bunga dan waktu jatuh tempo. Suku bunga deposito lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga tabungan biasa. Secara umum, jumlah suku bunga untuk deposito di bank ada di kisaran 5-6% per tahun.

Walaupun memiliki suku bunga yang lumayan tinggi dengan risiko yang rendah, deposito memiliki waktu jatuh tempo. Sebelum waktu jatuh tempo, kamu tidak bisa menarik uangmu. Jadi, uang di dalam depositomu tidak bisa diambil sewaktu-waktu.

2. EMAS

Foto: Getty Images

Instrumen investasi yang memiliki risiko rendah serta fleksibilitas yang tinggi adalah emas. Harga emas batangan cenderung stabil, walaupun dengan kenaikan nilai yang tidak terlalu signifikan. Emas juga tahan terhadap inflasi dan krisis ekonomi. Tidak seperti mata uang yang nilainya ikut melemah ketika krisis ekonomi, emas justru cenderung mengalami kenaikan.

Berinvestasi emas juga bisa dalam bentuk virtual. Banyak aplikasi yang dapat memfasilitasi kamu dalam berinvestasi emas dengan harga yang sangat terjangkau buat mahasiswa.

3. REKSA DANA

Foto: Getty Images

Sekarang kamu bisa menggunakan dompet digital untuk berinvestasi reksa dana. Reksa dana merupakan instrumen investasi yang mirip dengan saham. Pada reksa dana, investor tidak membeli sahamnya secara individual, tetapi melalui pengelolaan manajer investasi. Pembeliannya pun bisa dengan hanya Rp100 ribu. Saham ini kemudian digabungkan dengan investor yang lain.

4. SAHAM

Foto: Getty Images

Saham menawarkan keuntungan yang tinggi. Membeli saham individual juga bisa membuat kamu bisa menerima dividen pada akhir tahun dari perusahaan yang kamu beli sahamnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa jenis investasi ini memiliki risiko yang besar. Harga pasar yang naik turun secara drastis mungkin akan membuatmu panik jika tidak melakukan perencanaan yang matang.

Related posts