Apa Arti Bahasa Sansekerta “Hompimpa Alaium Gambreng”

  • Whatsapp
Hompimpa Alaium Gambreng

Mengapa “Hompimpa alaium gambreng” dikatakan berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya “Dari Tuhan kembali ke Tuhan” tanpa ada penjelasan lebih lanjut?

Dijawab di Quora oleh Hatta Maulana

Anda tahu siapa orang dibawah ini?

Beliau adalah bapak Zaini Alif[1], beliau adalah pendiri Komunitas Hong (pusat kajian dan permainan anak) dan beliau juga adalah seorang Pakar Permainan Tradisional yang sudah meneliti berbagai macam permainan tradisional di Indonesia. Nama dari Komunitas Hong sendiri diambil dari kalimat hongpimpa alaihong yang artinya “dari Tuhan kembali ke tuhan”, dimana kata “hong” atau “hom” atau “om” dapat berarti Tuhan. Sementara gambreng memiliki arti “Ayo bermain!” Atau semacam aba aba seperti kata “grak!” dalam baris berbaris.

Dalam presentasi di TEDx Jakarta 2013 silam beliau sempat memberi kuliah singkat terkait hal ini. Beliau menjelaskan bahwa hompimpa adalah bentuk kepasrahan kita kepada Tuhan dalam menjalani kehidupan.

Kok bisa??!

Baik kalian sadari maupun tidak, hampir semua permainan tradisional di Indonesia dan bahkan dalam kegiatan gambling kita sering menggunakan hompimpa. Artinyaaa, bahwa siapapun orang yg kalah dalam hompimpa tentunya harus legowo dong?, Pernah ga sih kalian liat orang marah marah sampe ngamuk” karena kalah hompimpa? Ya mungkin ada tapi ngga setiap saat kan? Eheh. Itu yg pertama, yaitu mengajarkan kita untuk legowo dan nriman ing pandum atau dalam kata lain, Ikhlas.

Yang kedua yaitu mengajarkan anak anak untuk selalu melakukan sesuatu dengan musyawarah, sesuai dengan sila ke 4.

Lalu yang ketiga, sebagai bentuk Kesadaran. Dalam hompimpa ada 2 kemungkinan, yaitu tangan hitam maupun putih. Saat aba aba Gambreng! tentunya pasti kalian sadar 100% bahwa kalian sendiri yg memilih hitam maupun putih, sehingga kalian sadar akan konsekuensi setelah itu. Jika mengibaratkan dalam kehidupan, kita diberi pilihan yg 100% kita bisa mengontrol nya misalkan, hendak sarapan atau tidak, membayar hutang atau tidak, membantu orang atau tidak, semua itu ada konsekuensinya dan kita diajarkan untuk menerima segala konsekuensi sebagai akibat dari tindakan yg kita lakukan sendiri.

Terimakasih.

Catatan Kaki

[1] https://scholar.google.co.id/citations?user=qfE_2ZIAAAAJ&hl=id

https://scholar.google.co.id/citations?user=qfE_2ZIAAAAJ&hl=id

Related posts