Kencing Berbusa, Bisa Jadi Tanda Awal Gangguan Ginjal

  • Whatsapp
ilustrasi kencing

Urine yang normal berwarna kuning pucat dan tidak berbusa. Namun, ada beberapa kasus yang menyebabkan warna urine berubah hingga berbusa. Artikel ini akan membahas lebih rinci mengenai kencing berbusa.

Jika kondisi kantung kemih terlalu penuh, ini bisa menyebabkan urine keluar dengan tekanan tinggi dan menyebabkan selapis busa. Namun, busa pada kasus ini biasanya sedikit dan cepat menghilang.

Beberapa kondisi bisa menyebabkan urine selalu berbusa dan tidak langsung menghilang, ini bisa jadi tanda seseorang mengalami kondisi yang lebih serius pada ginjalnya.

Penyebab kencing berbusa

Umumnya, penyebab kencing berbusa adalah proteinuria, yaitu kondisi dimana urine mengandung protein. Ini merupakan pertanda seseorang memerlukan pemeriksaan ginjal yang lebih lanjut.

Dilansir dari Medical News Today, terdapat tiga jenis kondisi yang bisa menjadi penyebab kencing berbusa.

Pertama adalah dehidrasi. Jika seseorang mengalami dehidrasi, urin akan berwarna lebih gelap dan lebih pekat. Ini disebabkan seseorang tidak meminum cukup cairan untuk melarutkan zat lain seperti protein.

Kedua adalah penyakit ginjal. Salah satu fungsi penting ginjal adalah untuk menyaring protein yang ada di dalam darah. Jika seseorang memiliki penyakit ginjal, protein bisa masuk ke dalam urine.

Terdeteksinya protein dalam urine merupakan tanda awal bahwa seseorang memiliki gangguan ginjal. Biasanya gejala tersebut akan diiringi gejala lain seperti gatal-gatal, mual, napas pendek, bengkak, mudah lelah, muntah, dan sering buang air kecil.

Penyebab yang terakhir adalah diabetes. Diabetes bisa menyebabkan komplikasi gangguan ginjal yang disebut diabetic nephropathy. Kondisi ini menyerang pembuluh darah kecil di ginjal sehingga tidak mampu menyaring protein.

Kondisi ini biasanya disertai pandangan kabur, mulut kering, haus, sering buang air kecil, sering lapar, kulit gatal, dan mudah lelah.

Selain itu terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kencing berbusa namun kasusnya cukup jarang. Kondisi tersebut adalah ejakulasi retrogade, amiloidosis, dan konsumsi obat-obatan untuk infeksi ginjal.

Perawatan kencing berbusa

Perawatan ini akan berbeda-beda tergantung dari kondisi penyebabnya. Dengan mengontrol penyebabnya, maka kondisi ini pun bisa berkurang, bahkan sembuh. Konsultasikan ke dokter untuk mengetahui perawatan yang tepat untuk Anda.

Segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami hal-hal berikut:

  • Kencing berbusa terus terjadi beberapa hari
  • Disertai gejala seperti mual, muntah, nafsu makan menurun, dan kelelahan
  • Urine tidak jernih atau berdarah
  • Jika Anda pria dan sedang berusaha memiliki anak, namun sudah lebih dari 1 tahun belum berhasil

Related posts