5 Kandungan Skincare yang Nggak Cocok untuk Kulit Berminyak

  • Whatsapp
Images: dok. Female Daily, freepik.com

Selain mencari kandungan yang cocok, penting juga untuk mengetahui kandungan-kandungan yang nggak cocok untuk kulit berminyak kamu.

Kulit berminyak cenderung mudah banget berjerawat, makanya tipenya sering digandeng jadi oily to acne prone. Banyak hal yang bisa memicu kulit jadi jerawatan, mulai dari faktor internal seperti hormon, sampai faktor eksternal seperti makanan, jam tidur, atau produk skincare. Kalau kulit kamu berminyak dan cenderung berjerawat, beberapa kandungan di bawah ini lebih baik kamu hindari di produk-produk perawatan kamu!

Read More

Oklusif

Oklusif sebenarnya adalah tipe kandungan yang umum digunakan dalam pelembap, seperti humektan dan emolien. Kandungan ini bekerja dengan mengunci kelembapan yang ada di dalam lapisan kulit dengan membentuk lapisan pelindung baru. Kalau digambarkan, oklusif ini sifatnya lebih banyak ditemukan di pelembap yang bertekstur krim dan balm. Sayangnya, kandungan-kandungan yang bersifat oklusif seperti petroleum jelly atau beeswax bisa menyumbat pori-pori dan cenderung bikin greasy karena sangat rich, jadi menimbulkan jerawat. Kandungan oklusif sebaiknya digunakan oleh pemilik kulit kering, sedangkan untuk kamu yang kulitnya berminyak, pilihlah pelembap yang gel-based dan lebih banyak mengandung humektan.

Natural Oil

Meski memberi banyak manfaat, sayangnya penggunaan natural oil cukup tricky. Kebanyakan minyak alami mengandung tingkat oleic acid yang tinggi sehingga cenderung menyumbat pori-pori (comedogenic) dan menyebabkan breakout atau jerawat. Beberapa di antaranya ada coconut oil, hazelnut oil, camellia oil, dan sunflower oil. Tapi, bukan berarti kamu harus menghindari semua produk perawatan yang mengandung natural oil, kok. Ada beberapa minyak alami yang mengandung tingkat linoleic lebih tinggi seperti rosehip oil atau grapeseed oil. Ada juga yang lebih cocok digunakan untuk spot treatment jadi masih aman untuk kulit kamu yang berminyak. Kamu juga bisa batasi penggunaan natural oil agar tidak berlebihan atau memastikan kadar minyak alami pada produk kamu tidak terlalu tinggi.

Alcohol-based

toner untuk kulit berminyak

Penggunaan produk berbasis alkohol memang bisa membantu mengurangi kelebihan minyak pada kulit, namun sayangnya, beberapa alkohol bekerja cukup keras. Penggunaan produk berbasis alkohol secara berlebihan (apalagi digunakan sehari-hari) bisa menyebabkan kulit kering, iritasi dan merusak skin-barrier, lebih aman untuk dihindari. Beberapa alkohol yang perlu kamu hindari adalah SD Alcohol 40, alkohol yang didenaturasi, Etanol, dan Alkohol Isopropil. Biasanya, produk yang berbasis alkohol banyak ditemukan pada toner, jadi pilihlah toner dengan kandungan natural yang bisa memberi kelembapan dan menenangkan kulit, seperti mawar, teh hijau, atau mentimun.

Silikon

kulit jerawat dan berminyak

Memiliki sifat yang sama dengan kandungan oklusif, silikon juga sangat tebal dan bisa menyumbat pori-pori. Silikon bekerja dengan mengisi pori-pori dan menjadi lapisan baru yang terus menetap di atas kulit kamu. Kebayang kan gimana jadi berminyaknya wajah kamu? Kebanyakan kandungan ini digunakan pada primer, jadi kebanyakan pemilik kulit berminyak juga nggak cocok dengan primer. Gunakanlah primer atau pelembap yang water-based agar tidak menyumbat pori-pori dan menambah minyak.

Scrub yang terlalu kasar

Kulit memang sekali waktu membutuhkan eksfoliasi untuk mengangkat kulit mati, baik secara chemical maupun physical. Eksfoliasi juga sangat disarankan untuk pemilik kulit berminyak dan acne-prone karena bisa mengangkat minyak berlebih pada kulit. Namun, bukan berarti kamu harus menghilangkan semua minyak alami yang ada pada kulit. Aplikasi eksfoliasi yang berlebih, apalagi dengan bulir yang terlalu besar, akan membuat kulit menjadi kering, iritasi, dan merusak skin-barrier. Kalau kamu sedang memiliki jerawat aktif, aktivitas eksfoliasi bisa jadi menyakitkan dan malah memperburuk jerawat kamu. Pilih lah produk eksfoliasi yang punya bulir kecil dan gentle, atau pertimbangkan saja sekalian untuk menggunakan chemical exfoliator seperti AHA/BHA.

Baca juga: 3 Tanda Wajah Sudah Kelebihan Eksfoliasi

Gimana? Sudah makin paham kan, dengan kandungan yang nggak cocok untuk kulit berminyak? Apakah kamu juga salah satu pemilik kulit berminyak? Share pengalaman kamu ya di kolom komentar!