Tanda dan Gejala Gagal Ginjal Akut serta Penyebabnya Kasus gagal ginjal kini semakin banyak di alami oleh orang dewasa muda.
Ginjal sendiri merupakan salah satu organ tubuh yang penting dan berfungsi untuk menyaring limbah sisa metabolisme dari dalam darah dan membuangnya melalui urine. Jika fungsi ginjal terhenti, maka limbah yang seharusnya di buang akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan gagal ginjal.
Mengutip Mayo Clinic, gagal ginjal terkadang bersifat sementara, tetapi bisa juga berkembang dengan cepat sehingga disebut gagal ginjal akut atau acute kidney injury. Ini merupakan kondisi ginjal yang berhenti berfungsi secara tiba-tiba. Hal ini bisa terjadi akibat gangguan aliran darah ke ginjal, gangguan di ginjal, atau penyumbatan di saluran urine.
Kondisi ini bisa membahayakan nyawa penderitanya. Namun, jika terdeteksi dan di obati sejak dini. Kerusakan ginjal akibat gagal ginjal akut dapat di sembuhkan dan akan pulih normal.
Tanda dan Gejala Gagal Ginjal Akut
Gagal ginjal akut dapat berkembang dengan cepat dan menunjukkan berbagai tanda dan gejala, yang meliputi:
- Penurunan Volume Urin
Salah satu tanda utama GGA adalah penurunan signifikan dalam jumlah urin yang dihasilkan. Meskipun tidak semua pasien mengalami penurunan volume urin, hal ini merupakan gejala umum yang harus diwaspadai.
- Pembengkakan (Edema)
Ketidakmampuan ginjal untuk membuang kelebihan cairan dari tubuh dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan wajah. Edema ini terjadi karena cairan terperangkap dalam jaringan tubuh.
- Sesak Napas
Akumulasi cairan di paru-paru karena gagal ginjal dapat menyebabkan kesulitan bernapas atau sesak napas. Kondisi ini dikenal sebagai edema paru dan memerlukan penanganan medis segera.
- Kelelahan dan Kelemahan
Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, racun dan limbah yang menumpuk dalam darah dapat menyebabkan perasaan lelah dan lemah yang berlebihan. Pasien mungkin merasa lelah bahkan setelah istirahat yang cukup.
- Kebingungan dan Gangguan Mental
Penumpukan racun dalam darah akibat gagal ginjal dapat mempengaruhi fungsi otak, menyebabkan kebingungan, kesulitan berkonsentrasi, dan bahkan koma pada kasus yang parah.
- Mual dan Muntah
Gagal ginjal akut sering kali menyebabkan gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah. Hal ini terjadi karena akumulasi limbah dalam tubuh yang mempengaruhi saluran pencernaan.
- Nyeri di Punggung Bawah atau Perut
Beberapa pasien dengan GGA mungkin mengalami nyeri di daerah punggung bawah atau perut, tergantung pada penyebab spesifik dari gagal ginjal.
- Perubahan Tekanan Darah
Gagal ginjal akut dapat menyebabkan perubahan tekanan darah, baik hipertensi (tekanan darah tinggi) maupun hipotensi (tekanan darah rendah). Ketidakstabilan tekanan darah ini sering kali disertai dengan gejala lain seperti pusing atau pingsan.
Penyebab Gagal Ginjal Akut
Gagal ginjal akut dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang secara umum diklasifikasikan ke dalam tiga kategori utama: prerenal, renal, dan postrenal. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang masing-masing kategori:
- Penyebab Prerenal
Penyebab prerenal adalah kondisi yang mengurangi aliran darah ke ginjal. Beberapa contoh termasuk:
- Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh akibat muntah, diare, atau keringat berlebihan dapat mengurangi aliran darah ke ginjal.
- Perdarahan: Kehilangan darah yang signifikan akibat cedera atau pembedahan dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke ginjal.
- Gagal Jantung: Jantung yang tidak mampu memompa darah dengan efektif dapat mengurangi aliran darah ke ginjal.
- Syok Septik: Infeksi parah yang menyebabkan tekanan darah turun drastis dapat mengganggu suplai darah ke ginjal.
- Penyebab Renal
Penyebab renal adalah kondisi yang merusak struktur internal ginjal. Beberapa contoh termasuk:
- Glomerulonefritis: Peradangan pada glomeruli, unit penyaring ginjal, yang bisa di sebabkan oleh infeksi atau penyakit autoimun.
- Nefritis Interstisial: Peradangan pada jaringan interstitial ginjal yang dapat di sebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau infeksi.
- Nekrosis Tubular Akut: Kerusakan pada tubulus ginjal akibat toksin atau iskemia (kurangnya suplai darah).
- Penyakit Ginjal Akut Lainnya: Penyakit ginjal akut lainnya, termasuk infeksi dan kondisi autoimun, juga dapat menyebabkan gagal ginjal.
- Penyebab Postrenal
Penyebab postrenal adalah kondisi yang menghalangi aliran urin dari ginjal. Beberapa contoh termasuk:
- Batu Ginjal: Batu yang terbentuk di dalam ginjal dapat menghalangi aliran urin dan menyebabkan nyeri yang parah.
- Pembesaran Prostat: Pada pria, pembesaran kelenjar prostat dapat menghalangi aliran urin dari kandung kemih.
- Tumor: Tumor di saluran kemih atau di sekitar ginjal dapat menghalangi aliran urin.
- Cedera atau Infeksi: Cedera atau infeksi yang menyebabkan pembengkakan atau penyempitan saluran kemih dapat mengganggu aliran urin.
Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis gagal ginjal akut biasanya melibatkan berbagai tes, termasuk tes darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea, serta tes urin untuk memeriksa adanya protein atau darah dalam urin. Pemindaian gambar seperti ultrasonografi atau CT scan mungkin juga di gunakan untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari.
Pengobatan GGA tergantung pada penyebab yang mendasari. Beberapa langkah umum yang mungkin di ambil termasuk:
- Penggantian Cairan: Jika dehidrasi adalah penyebabnya, pemberian cairan intravena dapat membantu memulihkan aliran darah ke ginjal.
- Obat-obatan: Obat-obatan mungkin di perlukan untuk mengobati infeksi, mengendalikan tekanan darah, atau mengatasi kondisi autoimun.
- Dialisis: Pada kasus yang parah, dialisis mungkin di perlukan untuk membantu ginjal membersihkan darah dari racun dan limbah.
- Intervensi Bedah: Jika ada penyumbatan fisik seperti batu ginjal atau tumor, pembedahan mungkin di perlukan untuk menghilangkannya.
Pencegahan
Mencegah gagal ginjal akut melibatkan pengelolaan faktor risiko dan menjaga kesehatan ginjal. Beberapa langkah pencegahan termasuk:
- Menghidrasi Tubuh: Minum cukup air setiap hari untuk menjaga hidrasi yang baik.
- Menghindari Obat-obatan Toksik: Batasi penggunaan obat-obatan yang dapat merusak ginjal, dan selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengambil obat baru.
- Mengelola Kondisi Kesehatan: Kendalikan kondisi kesehatan seperti diabetes dan hipertensi yang dapat meningkatkan risiko GGA.
- Pemeriksaan Rutin: Lakukan pemeriksaan rutin untuk memonitor fungsi ginjal dan mendeteksi masalah sejak dini.
Baca juga: Air Kelapa Muda Bagus untuk Recovery usai Olahraga?